"Apakah memang karena alam, atau karena faktor lain. Penanganan dapat dilakukan antara lain melalui reboisasi atau apabila ada illegal logging kita lakukan penindakan atau penegakan hukum," kata Tito dalam keterangannya hari ini.
Foto: Kapolri Jenderal Tito Karnavian memberikan bantuan kepada para pengungsi banjir bandang Garut (dok Humas Polri) |
Titik pertama yang ditinjau Tito adalah Posko Penampungan Pengungsi Bencana Alam Banjir di Makorem 062/Taruma Negara, Garut, Jumat (23/9/2016). Dalam kesempatan itu, Kapolri didampingi Kabaharkam Polri, Kadiv Humas, Karo Dalops Sops Polri, Kapolda Jabar dan pejabat utama Polda Jabar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Foto: Kapolri Jenderal Tito Karnavian memberikan pengarahan (dok Humas Polri) |
Bantuan itu berupa sembako sebanyak 3 truk yang di antaranya air mineral 850 dus, beras 3.750 kwintal, selimut 500 buah, pampers 160 buah, mie instan 1.050 dus, pakaian layak pakai 15 karung, gula 100 kg, pembalut 2.000 buah, makanan ringan 30 dus, susu 20 dus, baju hangat 150 buah.
Foto: Kapolri Jenderal Tito Karnavian tengah berbincang di lokasi (dok Humas Polri) |
Dari lokasi itu, Kapolri dan rombongan bergerak melakukan peninjauan di Rumah Sakit Guntur Garut untuk mengunjungi korban. Setelah itu, Tito menuju Posko Bencana Lapangan Paris Garut di Polsek Tarogong Kidul, untuk meninjau kondisi Polsek Tarogong Kidul.
Setelah menerima Paparan dari Kapolres Garut, Tito lalu memberikan bantuan berupa 2 unit mobil doubel cabin, 5 sepeda motor trail kepada Kapolres Garut, dana operasional banjir kepada Kapolsek Tarogong Kidul dan Danramil Tarogong serta 5 truk sembako dan selimut kepada ibu warga korban banjir.
(idh/hri)












































Foto: Kapolri Jenderal Tito Karnavian memberikan bantuan kepada para pengungsi banjir bandang Garut (dok Humas Polri)
Foto: Kapolri Jenderal Tito Karnavian memberikan pengarahan (dok Humas Polri)
Foto: Kapolri Jenderal Tito Karnavian tengah berbincang di lokasi (dok Humas Polri)