"Bukan soal kaget saya dipilih. Saya kaget Mas Agus mau meninggalkan kariernya untuk kepentingan yang lain, nggak tahunya kepentingannya lebih besar lagi untuk masyarakat," ujar Sylviana saat dihubungi detikcom, Jumat (23/9/2016).
Sylviana memang baru bertemu sebentar dengan Agus---Komandan Batalyon Infanteri Mekanis 203/Arya Kemuning--yang dikabarkan juga mempercepat kepulangannya dari luar negeri. Sylviana datang sekitar pukul 02.15 WIB dini hari tadi dan kemudian diumukan secara resmi oleh Koalisi Cikeas (Demokrat, PPP, PKB dan PAN) pada sekitar pukul 02.40 WIB.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dia bilang, 'Bu kita harus berjuang', berjuang untuk rakyat," tutur Sylviana. "Mas Agus diam saja, dia bilang saya ingin berjuang untuk masyarakat," imbuhnya.
Agus hingga saat ini belum menyampaikan pernyataan resmi atas pencalonannya. Namun Ketum PPP Romahurmuziy mengatakan Agus memang terkejut dengan pencalonan ini. Namun dia bersedia maju di Pilgub DKI.
"Agus diminta oleh kami, dan dia menyatakan kesediaannya. Ada perasaan campur aduk dari Agus, tidak pernah membayangkan ada perubahan garis edar hidupnya," ujar Ketua Umum PPP Romahurmuziy usai jumpa pers di Puri Cikeas, Bogor, Jumat (23/9).
Politikus yang akrab disapa Romy ini mengakui apabila publik bahkan Agus sendiri terkejut dengan keputusan ini. Walau tak memiliki latar belakang pengalaman politik dan birokrat, Romy mengaku salut dengan pengorbanan Agus demi mengubah Jakarta ke arah yang lebih baik.
"Kita perlu menghadirkan seseorang yang benar-benar baru. Jika publik terkejut atas keputusan ini, Agus juga terkejut. Sekali lagi kita hormati pengorbanannya untuk mengubah Jakarta," jelas Romy. (fdn/fdn)











































