Laporan dari AS

BNPT Akan Manfaatkan Basri Kaki Tangan Santoso untuk Deradikalisasi

Bagus Prihantoro Nugroho - detikNews
Kamis, 22 Sep 2016 21:44 WIB
Kepala BNPT Suhardi Alius (Foto: Bagus Prihantoro Nugroho/detikcom)
New York - Basri alias Bagong, salah satu anggota kelompok teroris yang pernah dipimpin Santoso telah tertangkap pekan lalu. Kepala BNPT Komjen Suhardi Alius membuka kemungkinan akan memaanfaatkan Basri untuk program deradikalisasi.

"Kan dulu pernah gagal (jadi narasumber deradikalisasi) itu, Santoso yang gagal itu, karena tak berkelanjutan nah nanti akan dibuat berkelanjutan," ujar Suhardi saat ditemui di sela agenda tambahan Sidang Umum PBB di New York, Amerika Serikat, Kamis (22/9/2016).

(Baca juga: Cerita Lengkap Tertangkapnya Basri Alias Bagong si Kaki Tangan Santoso)

Menurut dia upaya deradikalisasi yang menghadirkan para mantan teroris jauh lebih efektif ketimbang narasumber lain. Dia juga menyatakan, saat Basri ditangkap diperlalukan manusiawi.

"Kita geledah baik-baik dan kita proses manusiawi dan difasilitasi tapi tetap dipertanggungjawabkan," ungkap Suhardi.

(Baca juga: Tentang Basri, Kabur dari LP Ampana dan Penyebab Perpecahan di Kelompok Santoso)

Basri ditangkap pada Rabu (14/9) oleh Satgas Tinombala. Basri sebelumnya pernah ditahan di LP Ampana Sulawesi Tengah namun berhasil kabur pada tahun 2007. (bpn/fdn)