Namun, hal itu dibantah Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Awi Setiyono. Menurut Awi, bidan hamil tersebut mengalami kontraksi.
"Saat itu ada satu bidan hamil 6 bulam yang mengalami kontraksi kemudian dibawa ke RS Pertamina dan sekarang masih dirawat," ujar Awi kepada detikcom, Kamis (22/9/2016).
Demo terjadi sekitar pukul 15.00 WIB. Massa yang berjumlah sekitar 500 orang itu menuntut perubahan status menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS).
Demo awalnya berjalan lancar. Kemudian, sekitar pukul 17.00 WIB, mulai terjadi kericuhan.
"Pukul 17.00 mereka menutup jalan di depan KemenpanRB, kemudian ada Barracuda mau lewat," lanjutnya.
Namun massa menghadang Barracuda tersebut. Karena dianggap menghalangi jalan, sejumlah polwan kemudian mencoba menghalangi pendemo yang mayoritas perempuan.
Bentrokan fisik pun terjadi. Ratusan pendemo terlibat aksi dorong-dorongan dengan aparat polisi yang bertugas.
"Kemudian terjadi tarik menarik dengan Polwan. Nah saat itu ada satu bidan hamil 6 bulan yang mengalami kontraksi, digotonglah sama anggota," terang Awi.
Awi mengatakan tidak ada pemukulan terhadap bidan yang diketahui bernama Aprilia itu. "Yang ada malah polwan yang dicakar," sebut dia.
Demonstrasi tersebut diamankan sekitar 250 personel dari Polda Metro Jaya dan Polres Jakarta Selatan. Aksi demo baru berakhir menjelang magrib.
(mei/fdn)











































