Menhub Akan Bangun Tol Udara, Tekan Biaya Logistik di Pegunungan Papua

Bisma Alief - detikNews
Kamis, 22 Sep 2016 20:07 WIB
Foto: Menhub Budi Karya Sumadi berkunjung ke Ilaga (Bisma Alief/detikcom)
Ilaga - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Puncak, Papua. Dalam kunjungannya ini, dia berjanji akan membangun tol udara dan untuk menekan biaya logistik dan membangun konektivitas.

Menhub Budi tiba di Bandara Ilaga, Kabupaten Puncak, Kamis (22/9/2016). Dia didampingi Dirjen Perhubungan Udara Suprasetyo, Staf Khusus Kemenhub Bidang Antar Lembaga Mayjen A Buyung Lalana, Kepala Dinas perhubungan Provinsi Papua D Juli Mambaya dan lainnya.

Menhub Budi Karya Berkunjung ke Ilaga (Bisma Alief/detikcom)Menhub Budi Karya Berkunjung ke Ilaga (Bisma Alief/detikcom)

Kehadiran Menhub Budi dan rombongan disambut antusias masyarakat Kabupaten Puncak dengan tari-tarian adat. Hadir melakukan penyambutan Bupati Kabupaten Puncak Willem Wandik dan Wakil Bupati Repinus Telenggen, Ketua DPRD Kabupaten Puncak Ruben Uamang dan lain-lain.

Menhub Budi Karya Berkunjung ke Ilaga (Bisma Alief/detikcom)Menhub Budi Karya Berkunjung ke Ilaga (Bisma Alief/detikcom)

"Ini yang diharapkan oleh masyarakat kita di sini. Bagaimana negara hadir di tempat seperti ini. Kehadiran Pak Menteri menujukkan bahwa negara hadir di sini," kata Bupati Willem di lokasi.

Kehadiran Menhub Budi Karya disambut tari-tarianKehadiran Menhub Budi Karya disambut tari-tarian

Kepada Menhub Budi, Bupati Willem kemudian memaparkan berbagai kendala yang selama ini dihadapi pemerintah dan masyarakat Kabupaten Puncak. Tantangan yang terberat adalah kondisi geografis, di mana kabupaten ini merupakan kabupaten tertinggi di Indonesia. Satu-satunya akses yang bisa menjangkau adalah lewat udara.

Menhub dan rombongan disambut Bupati Willem WandikMenhub dan rombongan disambut Bupati Willem Wandik

Willem menjelaskan, selama ini dia telah melakukan berbagai upaya untuk mengatasi kemahalan harga dan keterisolasian di Kabupaten Puncak. Terakhir, pihaknya mendatangkan pesawat Caribou yang pengoperasiannya telah diresmikan pada Kamis, 15 September lalu. Dioperasikannya pesawat ini menurutnya juga tak lepas berkat bantuan dari Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Kemenhub.

Dilanjutkan Willem, kehadiran pesawat Caribou sangat bermanfaat untuk mengatasi kemahalan di Kabupaten Puncak. Namun saat ini kendalanya Bandara Ilaga atau disebut Bandara Aminggaru saat ini sudah cukup padat.

Menhub Budi Karya berbincang dengan Bupati Willem WandikMenhub Budi Karya berbincang dengan Bupati Willem Wandik

"Bandara di sini cukup padat, karenanya kami harapkan pengembangannya ke depan sebagai program nawacita Presiden Jokowi untuk
mewujudkan tol udara. Mudah-mudahan bapak Menteri bisa menjawab kebutuhan kami. Runway sepanjang 600 meter yang ada saat ini,
kapasitasnya hanya untuk pesawat caravan. Kemudian, frekuensi penerbangan yang begitu banyak di Kabupaten Puncak, di mana perharinya paling rendah terjadi 20 kali penerbangan dan tertinggi 30-40 kali penerbangan. Karenanya, pengembangan dan peningkatan bandara sudah harus dilakukan," papar Bupati Willem.

Menhub Budi kemudian menjawab keluhan Bupati Willem itu. Katanya, sudah menjadi keharusan bagi pemerintah pusat untuk mendukung Pemkab yang berupaya melakukan terobosan untuk kemajuan daerah. Dia kemudian menjanjikan akan membangun Bandara Ilaga. Runway yang awalnya 600 meter akan ditambah menjadi 1.600 meter.

Menhub di Ilaga (Bisma Alief/detikcom)Menhub di Ilaga (Bisma Alief/detikcom)

"Kami memberikan sedikit oleh-oleh, yakni kita harapkan dalam beberapa tahun ini, Lapangan Terbang Ilaga ini yang tadinya panjangnya 600 meter menjadi 1.600 meter. Sehingga dengan begitu pesawat herkules bisa masuk, bisa mengangkut penumpang dalam jumlah banyak dan kapasitas pengiriman logistik lebih mudah," ucap Menhub Budi disambut tepuk tangan riuh oleh pemerintah dan masyarakat yang hadir.

Menhub Budi menjelaskan, dirinya memang ditugaskan khusus oleh Presiden Jokowi untuk meninjau wilayah Pegunungan Papua. Dia diminta untuk mempersiapkan sarana membangun tol udara di berbagai tempat yang sulit dijangkau, salah satunya adalah Kabupaten Puncak.

Karena itu, Menhub Budi meminta dukungan dan peran serta dari semua pihak.

"Saya berpikir kalau selama ini kita berbicara tol laut, hanya sampai di bibir pantai, saya melihat pegunungan dengan ketinggian di atas 2.000-4.000 meter, kalau untuk akses jalan darat butuh waktu berpuluh-puluh tahun baru bisa sampai, karena medannya yang sulit. Karenanya udara adalah jembatan satu -satunya untuk saudara-
saudara yang ada di pegunungan Papua," jelas Menhub Budi.

"Karenanya, pemerintah pusat tahun ini merencanakan tol udara. Kita akan berikan subsidi, kita akan gunakan Trigana dan Caribou untuk mengangkut, tapi kita subsidi. Kita harus kompak, menjadikan Ilaga ini menjadi tempat yang indah dan banyak dikunjungi oleh masyarakat," sambungnya.

Menhub Budi menambahkan, program tol udara akan langsung akhir tahun ini dilaksanakan. Sementara pembangunan Bandara Ilaga dimulai awal tahun 2017.

Kunjungan Menhub ke Bandara Nop Goliat Dekai

Usai mengunjungi Ilaga, Menhub Budi Karya Sumadi melanjutkan kunjungan ke Bandara Nop Goliat Dekai di Kabupaten Yahukimo, Papua. Dalam sambutannya, Budi Karya mengatakan potensi besar Dekai sebagai daerah baru untuk mengalokasikan logistik di wilayah tengah Papua.

Alasan Budi Karya mengatakan hal tersebut karena Dekai sudah memiliki runway yang cukup panjang, yaitu 1.950 meter. Selain itu kondisi wilayah Dekai yang dilalui aliran sungai memungkinkan kapal besar pembawa logistik untuk masuk ke daerah tersebut. Menhub mengatakan hal tersebut di depan Bupati Yahukimo Abock Busup.

Menhub Budi Karya di Bandara Nop Goliat Dekai (Bisma Alief/detikcom)Menhub Budi Karya di Bandara Nop Goliat Dekai (Bisma Alief/detikcom)


"Dekai bisa jadi potensi di tengah Papua. Kondisi topografi yang relatif landai dan sungai yang ada. Runway bandara juga sudah diperpanjang dari 1.700 meter menjadi 1.950 meter dan nanti akan ditingkat menjadi 2.500 sehingga Boeing bisa mendarat. Nantinya kita akan membagi yang di Wamena ke sini. Di sana (Wamena) tidak bisa terlalu banyak," kata Budi Karya di Bandara Nop Goliat, Wamena, Papua, Kamis (22/9/2016).

Menhub bersama Bupati Yahukimo Abock Busup (Bisma Alief/detikcom)Menhub bersama Bupati Yahukimo Abock Busup (Bisma Alief/detikcom)

"Kalau tol laut dari Jakarta ke Jayapura bisa 36 jam, nantinya cukup sampai Timika, dari sana ke Dekai baru didistribusikan ke wilayah terpencil. Saya sudah usul untuk memberikan subsidi kargo udara," lanjutnya.

Menhub bersama Bupati Yahukimo Abock Busup (Bisma Alief/detikcom)Menhub bersama Bupati Yahukimo Abock Busup (Bisma Alief/detikcom)

Diharapkan dengan dibangunnya tol laut dan tol udara ke Dekai, akan membuat wilayah tersebut menjadi wilayah yang strategis untuk pendistribusian logistik. Untuk tol laut direncanakan selesai pada awal 2017, sedangkan tol udara selesai akhir 2017.

"Artinya dengan kargo udara dan laut, membuat Dekai semakin strategis. Ekonomi juga akan makin meningkat," tutupnya.

(hri/hri)