"Nanti seperti biasa sesuai aturan nanti para pihak keluarga, keluarga sudah dibuka kan? Keluarga, penasihat hukum silakan mendatangi," kata Agus di kantornya, Jl HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Kamis (22/9/2016).
Pihak keluarga Irman memang sudah bisa menjenguk eks Ketua DPD itu di Rutan Guntur di hari Senin dan Kamis sesuai jadwal besuk KPK. Sementara pengacara, bisa menemui Irman setiap hari kerja.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya, pengacara Irman Gusman, Tommy Singh menyebut KPK melarang anggota DPD dan DPR menjenguk Irman Gusman. Tommy mengaku tidak tahu alasan pelarangan itu.
"Iya memang semua anggota DPD dan DPR dilarang menjenguk Pak Irman Gusman. Tapi saya tidak tahu penyebabnya apa," ujar Tommy.
(Baca juga: Irman Gusman Kontak Petinggi Bulog, Minta Kuota Gula DKI Dialihkan ke Sumbar)
Irman Gusman ditangkap petugas KPK pada hari Sabtu (17/9) dini hari. Petugas KPK juga menyita duit Rp 100 juta di rumahnya. Duit diduga suap sebesar Rp 100 juta tersebut berasal dari pengusaha Xaveriandy Sutanto terkait kuota impor gula.
Berdasarkan hasil sadapan KPK, Irman Gusman diketahui mengontak petinggi Bulog, meminta kuota impor gula 3 ribu ton milik Jakarta dialihkan ke Sumatera Barat.
"Sebetulnya dia itu bukan kuota. Sebetulnya kan ingin itu kan diambilkan dari kuota untuk Jakarta. Itu diambilkan 3.000 (ton) supaya dialihkan ke Sumatera Barat," kata Wakil Ketua KPK Alexander Marwata saat berbincang, Kamis (22/9).
Alex menjelaskan, dari hasil sadapan telepon memang diketahui Irman mengontak petinggi Bulog. Dalam percakapan itu, Irman langsung menyebut nama Xaveriandy Sutanto sebagai pihak yang bisa dipercaya untuk menyalurkan gula impor di Sumbar. (Hbb/fdn)











































