Garut Berduka, Kisah Pilu Iwan yang Kehilangan Ibu dan Adik

Garut Berduka, Kisah Pilu Iwan yang Kehilangan Ibu dan Adik

Tri Ispranoto - detikNews
Kamis, 22 Sep 2016 18:19 WIB
Garut Berduka, Kisah Pilu Iwan yang Kehilangan Ibu dan Adik
Kampung Cimacan, Kecamatan Tarogong Kidul, Garut (Foto: Masnurdiansyah/detikcom)
Garut - Berdasarkan data di kepolisian, 24 orang tewas akibat banjir bandang di Garut. Ada yang belum ditemukan.

Seperti yang dialami oleh Iwan Kurniawan yang kini masih dirundung tanya karena ibu dan adiknya hilang pasca 'tamu' tak diundang menyapu permukiman di Kelurahan Sukakarya, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut, tepatnya di depan RSUD Slamet Garut.

"Ibu saya Dede Sumiati dan adi saka Lena Agustina sampai sekarang belum ada," ucap Iwan saat berbincang dengan detikcom, Kamis (22/9/2016).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Iwan mengisahkan, pada Selasa 20 September 2016 lalu sekira pukul 22.00 WIB ibu dan adiknya berada di Asrama Tarumanegara yang menjadi tempat tinggal keduanya selama ini. Saat itu air sungai yang berada di samping asrama tiba-tiba meluap secara bertahap.

Hingga puncaknya sekira pukul 23.00 WIB, air setinggi enam meter langsung menyapu asrama. Ibu dan adiknya yang kebingungan karena panik diduga tak sempat menyelamatkan diri hingga terbawa arus air yang bercampur lumpur dan pepohonan besar.

"Saya waktu kejadian itu baru pulang kerja. Saya sekarang tinggal terpisah karena sudah berkeluarga, jadi tidak tahu kalau ibu dan adik terbawa hanyut. Tapi kata Pak RT kejadiannya seperti itu (terbawa hanyut)," tutur pria yang sehari-hari bekerja sebagai petugas keamanan itu.

Pria berusia 32 tahun ini pun baru mendapat kabar jika keduanya hilang beberapa waktu setelah air menyapu asrama. "Saya langsung buru-buru ke sini (asrama). Tapi kondisi jalan masih tertutup lumpur dan air. Saya baru bisa masuk jam satuan (Rabu dinihari)," katanya.

Sesampainya di asrama, Iwan langsung tertegun karena kondisi sudah rata dengan tanah. Dia pun tak mendapati kedua orang yang dicintainya itu dalam kondisi hidup ataupun terbujur kaku di sekitar asrama. Hingga Kamis siang pun dia masih diselimuti tanya terkait kondisi kedua orang yang sangat dicintainya itu.

Sementara itu Partai Golkar Jabar memberikan santunan terhadap para keluarga korban meninggal mau pun yang keluarganya menghilang. Santunan tersebut diberikan secara simbolis oleh Ketua DPD I Golkar Jabar, Dedi Mulyadi, kepada Iwan dan tujuh perwakilan keluarga lainnya. (trw/trw)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini