Syafruddin beserta rombongan tiba di UNM disambut oleh Kapolda Sulawesi Selatan Irjen Anton Charlian. Sebelum memberikan kuliah umum, Syafruddin mendapatkan kalung kain sarung khas bugis sebagai tanda penyambutan.
"Saya sebenarnya ke sini bukan untuk kuliah umum, tapi karena bertatap dengan mahasiswa-mahasiswa. Jadi saya ingin berbagi cerita saja, saling share karena apa yang terjadi di negara luar sana mungkin bisa terjadi di negara kita," ujar Syafruddin di UNM, Jl AP Pettarani, Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis (22/9/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Perlu diingat teroris seperti ISIS bisa mengguncang Amerika, tapi tidak di Indonesia. Kenapa karena kita memiliki keragaman yang tak mungkin digoyahkan oleh teroris," jelasnya.
Suasana kuliah umum di UNM |
Selain menyoroti permasalahan teroris, Syafruddin juga menyinggung kondisi ekonomi yang akan berdampak pada keamanan daerah. Menurutnya hal ini penting demi menciptakan situasi yang kondusif.
"Kondisi ekonomi yang sangat terbatas akan itu akan berdampak hubungannya dengan kondisi keamanan. Tapi kalau keamanannya baik, sudah tentu ekonominya baik dan stabil. Itulah yang terjadi di Indonesia saat ini ekonomi stabil dan keamanannya juga baik," sambungnya.
"Tadi saya juga sudah mendapat laporan singkat dari Kapolda Sulsel, kalau keamanan di sini kondusif. Padahal kalau kita ingat mungkin bisa ada beberapa kali tawuran terjadi di sini. Ini tandanya anggaran yang ada dimanfaatkan dengan baik untuk membina lingkungan agar kondusif," lanjutnya.
Usai memberikan kuliah umum, Syafruddin akan melanjutkan kunjungannya ke Polda Sulawesi Barat. (adf/try)












































Suasana kuliah umum di UNM