"Nanti kami berkoordinasi dengan P2TP2A daerah yang menjadi lokasi tempat tinggal korban. Nanti mereka merespons untuk memfasilitasi kegiatan terapi," ujar Ketua P2TP2A Jabar Netty Prasetiyani di Mapolrestabes Bandung, Kamis (23/9/2016),
Netty menyebut, jika ada kasus hukum yang korbannya anak di bawah umur, P2TP2A akan bekerja sama dengan kepolisian yang menangani kasus. Tujuannya agar kejiwaan korban bisa dipulihkan sehingga tidak mengalami trauma berkepanjangan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tiara dibawa Emon sejak Sabtu (3/9) pagi lalu dari rumahnya di Gununghalu, Bandung Barat, Jawa Barat. Tiara dibawa bersama temannya Laras, yang juga tetangga sekaligus teman satu sekolahnya.
Namun Laras kemudian ditinggal oleh Emon di sebuah hotel di kawasan Sunter, Jakarta Utara pada tanggal 10 September 2016. Sementara Tiara ditemukan pengemu taksi di Sumedang, Jabar, Rabu (22/9). Laras dan Tiara sudah kembali kepada pangkuan orang tuanya. Polisi hingga kini masi memburu Emon.
Kondisi Tiara dikabarkan masih shock. Dia kerap menangis dan belum bisa dimintai keterangan soal 18 hari dia disekap oleh Emon.
Baca juga : Korban Penculikan Emon Kerap Menangis
(bbn/ern)











































