DPP PKB Sarankan Gus Ipul Tak Teruskan Gugatan

DPP PKB Sarankan Gus Ipul Tak Teruskan Gugatan

- detikNews
Rabu, 30 Mar 2005 23:31 WIB
Bandung - DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) belum menangapi langkah yang ditempuh Saifullah Yusuf pasca pemberhentian dirinya sebagai sekjen. DPP PKB menyarankan Saifullah tidak meneruskan niatnya untuk melanjutkan gugatan hingga ke tingkat pengadilan.Hal itu dikatakan Wakil Ketum DPP PKB Mahfud MD di sela-sela rapat konsultasi dengan DPRD Provinsi Jawa Barat, di Jl. Diponegoro, Bandung, Rabu (30/3/2005). "Kita pernah punya pengalaman yang sama sewaktu ada gugatan dari Matori. Ya, kita menang di tingkat pengadilannnya," ujarnya. Dikatakan Mahfud, saat itu Matori Abdul Djalil menggugat keputusan DPP PKB berkaitan dengan AD/ART PKB pasal 9 dan 12 mengenai soal jabatan ketum partai. "Saya kira ini bagian dari warming up Saifullah menuju muktamar. Dalam jangka pendek, ia ingin ikut masuk pada bursa pencalonan ketum," katanya.Manuver Gus Ipul, panggilan Saifullah Yusuf, dinilai Mahfud sebagai bagian dinamika demokrasi. DPP PKB tidak merasa panik dengan gejolak yang muncul menjelang muktamar 16-18 2005 mendatang. "Partai besar lain mengalami hal yang serupa juga. Lihat saja PPP, PDIP, termasuk PKB. Menurut saya, ini gejolak kecil saja," tuturnya. Ia memprediksi pembahasan AD/ART akan berlangsung alot dalam muktamar nanti, khususnya yang menyangkut jabatan rangkap seorang ketum. Selain itu juga soal posisi PKB, apakah menjadi partai oposisi pemerintah atau tidak.Mahfud mengungkapkan, keputusan untuk memberhentikan Alwi Shihab dan Gus Ipul lebih didorong atas kebijakan situasional internal partai. "Gus Dur memberikan kebebasan pada Muktamar. Alwi dan Syaifullah boleh ikut bursa calon ketum. Tapi itu bila ada dukungan untuk mereka," ungkapnya. Namun jika keduanya tidak ikut dalam bursa calon ketum PKB, lanjut Mahfud, tidak akan mengurangi jumlah kader yang bertarung. Saat ini, ada 5 nama yang disebut-sebut sebagai kandidat ketum. Mereka adalah Muhaimin Iskandar, Mahfud MD, Ali Masykur Musa, Khofifah Indar Parawansa dan Gus Ipul. "Dewan Syuro saya kira masih Gus Dur walau cabang dan wilayah belum mengusulkan. Dewan Tanfidz belum ada usulan yang masuk," katanya. Saat ini, persiapan muktamar sudah hampir final, termasuk draft pembahasannya. Menjelang muktamar dukung-mendukung dan gugat menggugat adalah hal yang wajar. "Nanti setelah muktamar harus beres. Tidak ada lagi muara perbedaan itu. PKB juga harus mencari posisinya yang jelas. Kita siapkan pada 2009 nanti," demikian Mahfud. (rif/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads