Kepala Daker Makkah Arsyad Hidayat menjelaskan dua kriteria jemaah yang bisa mendapatan fasilitas tanazul. Pertama, mereka yang sakit dan membutuhkan perawatan lanjutan di Tanah Air, kedua, para jemaah yang memiliki keperluan mendesak dan tugas yang harus segera diselesaikan di Indonesia.
Para petugas yang melayani jemaah tanazul |
Sejauh ini, ada 425 orang pendaftar untuk tanazul. Proses pendaftarannya dilakukan melalui sektor masing-masing, lalu dilanjutkan ke Daker Makkah, dan dikoordinasikan ke pihak muasssasah dan maktab dari pihak Arab Saudi. Nantinya, mereka akan digabungkan dengan kloter-kloter di penerbangan yang memiliki seat kosong.
"Yang sudah pulang itu kloter-kloter awal, kita memasukan dua sampai tiga di beberapa embarkasi. Lebih dari 30 orang sudah dipulangkan ke Tanah Air dengan mekanisme tanazul," kata Arsyad, Rabu (21/9/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Yang penting satu embarkasi InsyaAllah sampai. Ketika dibawa ke bandara Jeddah, di sana tidak bisa ditimbang. Akhirnya yang terjadi, numpuk di Jeddah dan harus dikembalikan ke Makkah untuk dilakukan penimbangan, baik dengan kloter berikutnya atau kloter asalnya," papar Arsyad.
"Misalnya kloter asalnya kloter 20, lalu tanazul dengan kloter 10, mestinya dipilih saja di kloter 10 atau 20. Ini yang terjadi tadi disampaikan kawan-kawan di Jeddah," sambungnya.
Larangan keluar Makkah
Dalam kesempatan tersebut, Arsyad juga menyampaikan anjuran agar jemaah tidak keluar dari kota Makkah. Sebab, paspor dan dokumen resmi para jemaah berada di tangan maktab, sehingga mereka tak punya pegangan dokumen saat berada di luar kota.
Imbauan ini disampaikan menyusul terjadinya kasus jemaah wafat saat sedang berada di Jeddah. Ada proses administrasi yang rumit, karena paspor jemaah berada di Makkah.
"Kejadian, kemarin MES 008 ada satu jemaahnya meninggal dunia pada saat di Jeddah. Dan itu pada saat pengurusan penguburan ada sedikit kendala. Kami meminta seluruh jemaah haji, ketua kloternya, ketua rombongannya, ketua regu dan ketua kelompok bimbingan, ada di antara mereka yang mencoba-coba. Kalau ada masalah kita agak kesulitan karena dokumennya dipegang oleh maktab yang berada di kota Makkah," papar Arsyad.
Jenazah jemaah tersebut kini berada di rumah sakit swasta Arab Saudi di Jeddah. Saat ini para petugas sedang mengurus surat keterangan kematiannya.
(mad/jor)












































Para petugas yang melayani jemaah tanazul