"Kelemahan kami itu jangan diingat-ingat, tambah benci. Masa lalu lupakan, kita buka babak baru lagi," kata Djarot dalam konferensi pers di Kantor DPP Partai NasDem, Gondangdia, Cikini, Jakarta Pusat, Rabu (21/9/2016).
Ahok mengucapkan terimakasih kepada empat parpol yang mengusung dirinya yakni PDIP, Golkar, NasDem, dan Hanura. Dia mengapresiasi empat parpol yang sudah menunjukkan Bhinneka Tunggal Ika.
"Ini untuk mempertunjukkan bangsa kita 71 tahun merdeka memilih orang bukan berdasarkan warna kulit atau agama. Bangsa Indonesia sebenarnya lebih hebat dari bangsa Amerika yang membutuhkan 200-an tahun untuk seperti ini," kata Ahok.
Dia pun berharap lawannya nanti tidak main isu yang bertendensi Suku Agama Ras dan Antargolongan (SARA). "Jadi harusnya lawan kami mengkritik program kami, memperlombakan program," kata Ahok.
Pandangan senada disampaikan Djarot Saiful Hidayat. Wagub DKI ini menuturkan sudah saatnya semua berpikir ke depan tentang bagaimana membangun DKI.
"Yang lalu-lalu itu tutup saja kita, buka lembaran baru karena tantangan kita adalah benar-benar membumikan ideologi Pancasila yang digali oleh Bung Karno dan kita akan uji apakah masyarakat Jakarta sebagai miniatur Indonesia sudah benar-benar melaksanakan Pancasila itu di dalam skala hidup perilaku hidup dan pilihan hidup. Kalau ini bisa maka tadi disampaikan Pak Ahok kita bisa melampaui AS yang membutuhkan waktu 200 tahun lebih," kata Djarot.
(van/dnu)











































