"Kegiatan ini akan bermanfaat bagi industri pariwisata kami di NTB tentu untuk Indonesia pula. Indikator destinasi yang sudah baik akan berimbas juga NTB sebagai penyumbang 5-10 persen dari 20 juta wisatawan untuk target nasional," ujar Amin dihadapan pelaku usaha perjalanan wisata dalam acara International Halal Travel Fair di Hotel Lombok Raya, Jalan Panca Usaha, Kota Mataram, Rabu (21/9/2016).
NTB saat ini kata Wagub, sedang memperkuat dan menata fasilitas juga sarana yang menunjang pariwisata. Pihaknya akan terus menampilkan kearifan lokal serta meningkatkan budaya tradisi untuk dijual dan dipromosikan.
![]() |
"Pariwisata membuka peluang tenaga kerja dan menurunkan angka kemiskinan. ASITA kami anggap sebagai mitra pemerintah daerah dan kami sangat mengapresiasi tetapi perlu sinergitas dan perlunya kebijakan pusat juga daerah agar berjalan seirama," jelas dia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
![]() |
Beranjak ke pameran, salah satu pengisi stan, Johanes dari industri hotel Archipelago International menyebut kegiatan pertemuan travel agen dengan pihak hotel sangat menguntungkan kedua belah pihak. Karena dalam kesempatan ini kedua belah pihak terutama travel agent bisa mendapatkan harga yang terjangkau dari harga biasa.
"Kami sebagai seller dan mereka (travel agent) sebagai buyer. Untuk hari ini sudah banyak dan lumayan. Kedua belah diuntungkan karena tamu kami akan ramai," ucap Johanes.
"Informasi pariwisata akan update. Contoh saja buyer belum tahu ada Aston di Gili Trawangan dan dari sini mereka jadi tahu. Mempererat komunikasi dan mempermudah bekerjasama," imbuh dia.
![]() |
Dalam suatu waktu, pertemuan antara buyer dan seller ini jika nego harga cocok maka bisa langsung terjadi transaksi tunai. Pameran ini juga menjadi wadah bagi industri souvenir untuk menjajakan dagangannya dan tentu dengan komoditas yang besar. (dra/dra)














































