Petugas Haji di Saudi Ikut Berduka Atas Wafatnya Maftuh Basyuni

Laporan dari Arab Saudi

Petugas Haji di Saudi Ikut Berduka Atas Wafatnya Maftuh Basyuni

Rachmadin Ismail - detikNews
Rabu, 21 Sep 2016 15:38 WIB
Petugas Haji di Saudi Ikut Berduka Atas Wafatnya Maftuh Basyuni
Foto: dok. detikcom
Makkah - Kabar wafatnya mantan menteri Agama Maftuh Basyuni terasa sampai Arab Saudi. Para petugas di Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) menyampaikan ucapan duka dan testimoni, sambil menggelar salat gaib untuk pria 77 tahun tersebut.

Kabid Bimbingan Ibadah Ali Rohmad sudah menugaskan pada jajarannya untuk membuat surat edaran ke seluruh pembimbing ibadah di sekitar untuk melaksanakan salat gaib bagi Maftuh Basyuni. Rencananya, siang ini setelah salat Dzuhur dan sore nanti setelah Magrib, dilaksanakan salat gaib dan doa bersama.

"Untuk yang tidak ada jadwal visitasi daker akan membuat edaran ke sektor-sektor untuk mengadakan salat gaib secara serempak," kata Ali, Rabu (21/9/2016).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Secara pribadi, Ali menyampaikan testimoninya bahwa Maftuh adalah sosok luar biasa. Semua jajaran birokrat di Kemenag, menjadikannya panutan, terutama dalam urusan kesederhanaan dan pluralisme beragama. "Beliau juga orang yang concer terhadap masalah haji sehingga mendapat gelar doctor honoris causa di bidang haji dari UIN Syarif Hidayatullah Jakarta," ucapnya.

Kadaker Makkah Arsyad Hidayat juga turut menyampaikan duka. Baginya, Maftuh sudah banyak jasanya dalam mengembangkan dan meningkatkan pelayanan bagi jemaah haji.

"Beliau sosok yang sangat tegas. Beliau juga integritasnya sangat tinggi. Komitmen terkait peningkatan pelayanan jemaah haji sangat terlihat. Beberapa peningkatan pelayanan saat beliau menjabat saya kira dapat dirasakan jemaah dan petugas yang ada di Arab Saudi dan Tanah Air," kata Arsyad yang pernah bertugas saat era Maftuh sebagai sekretaris Daker Makkah tahun 2007.

Kabid Perlindungan Jemaah Jaetul Muchlis menambahkan, Maftuh adalah sosok yang pertama kali melibatkan TNI Polri dalam PPIH Arab Saudi antara tahun 2005-2006. Saat itu, ada sekitar 30 personel yang dikumpulkan dan diberi arahan langsung oleh Maftuh.

"Sejak itu TNI Polri selalu dilibatkan. Beliau yang mengawali. Saat itu beliau mengatakan kepada siapa lagi kami meminta bantuan dan pertolongan untuk lebih tertibnya penyelenggaraan haji maka teman-teman TNI Polri dilibatkan. Walaupun saat itu banyak tantangan, beliau mengambil sikap ini," kenang Muchlis.

dr Ramon Andries, Kasie Penghubung Kesehatan Daker Makkah juga punya cerita tersendiri terkait Maftuh. Dari sisi kesehatan, Maftuh adalah sosok aktif secara fisik.

"Pak Maftuh rutin general check up dan tidak pernah ketemu penyakitnya. Yang saya takutkan malah jantungnya. Alhamdulillah normal terus, kita kontrol. Memang ada gangguan ginjal, tapi masih terkontrol lah. Yang sakit paru itu yang baru kita tahu tiga bulan terakhir ini. Pak Maftuh orangnya tidak mau diam. Tetap kerja dan teguh dengan prinsip," ceritaya.

Ketua Komisi Pengawas Haji Indonesia M Samidin Nashir juga punya cerita soal Maftuh. Baginya, Maftuh adalah seorang yang reformis dalam penyelenggaraan haji. Banyak sekali perubahan yang dibuat oleh Maftuh.

"Kebijakan paling menonjol, pertama masalah pembentukan satuan operasional Armina yang semula armina dibagi menjadi daker-daker tapi tidak efektif, akhirnya diubah menjadi Satop Armina yang terpadu penanganan atau pengendalian masalah pelayanan jemaah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina-Jamarat," ceritanya.

Selamat jalan, Pak Maftuh... (mad/aan)


Berita Terkait