Polisi Sebut Ada Perpeloncoan di Panti Sosial Cipayung, Dinsos DKI: Tidak Ada!

Edward Febriyatri Kusuma - detikNews
Rabu, 21 Sep 2016 12:35 WIB
Panti sosial Cipayung/ Foto: Nugroho Tri Laksono/detikcom
Panti sosial Cipayung/ Foto: Nugroho Tri Laksono/detikcom
Jakarta - Polisi menyebut ada sistem perpeloncoan terhadap penghuni baru di Panti Sosial Cipayung Jakarta Timur. Hal itu membuat Murtiah (30) tewas dianiaya oleh lima rekannya yang juga warga binaannya. Lalu apa tanggapan Dinsos DKI Jakarta ?

"Nggak ada perpeloncoan," ujar Kepala Seksi Informasi dan Promosi Dinas Sosial DKI Jakarta, Miftahul Huda dikonfirmasi Rabu (21/9/2016).

"Jadi si perempuan yang saya tahu agak kurang norma," imbuhnya.

Miftah mengatakan dalam hal pembinaan diserahkan ke UPT Panti Sosial Cipayung. Pihaknya hanya melakukan pemantauan dan pengawasan.

"Otoritas UPT itu. Tapi dinas tetap pantau mengawasi bila ada sesuatu yang kurang nanti dibicarakan karena ada sop," pungkasnya.

Polisi mencurigai ada kejanggalan atas tewasnya Murtiah (30), warga binaan Panti Sosial Bina Insan (PSBI) Bangun Daya 2 kelurahan Ceger, Cipayung, Jakarta Timur. Saat polisi mendatangi Tempat Kejadian Perkara (TKP), jasad korban telah terbungkus kain kafan yang sudah berada di dalam peti jenazah dan siap dikembalikan pada keluarga.

Pihak panti sosial nampaknya hendak menutupi kasus tewasnya Murtiah, hal itu terungkap saat polisi mendapat laporan Senin sekitar pukul 15.00 WIB. Berdasarkan hasil pemeriksaan, para tersangka juga mengaku jika sistem perpeloncoan memang sudah ada di dalam panti tersebut sejak lama.

"Setelah diperiksa tersangka mengakui jika setiap warga penghuni yang baru masuk pasti dikerjai oleh penghuni lama istilahnya dipelonco gitu," imbuh Kanit Reskrim Polsek Cipayung, AKP Suwardi. (edo/rvk)