'First Cake' Megawati dan Tiket Pencalonan untuk Ahok

Panasnya Pilgub DKI

'First Cake' Megawati dan Tiket Pencalonan untuk Ahok

M Iqbal - detikNews
Rabu, 21 Sep 2016 10:12 WIB
First Cake Megawati dan Tiket Pencalonan untuk Ahok
Foto: Hasan Al Habshy
Jakarta - PDIP memilih jalan memutar untuk mengusung Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) sebagai calon gubernur dalam Pilgub DKI 2017. Keputusan PDIP itu sebetulnya sudah diprediksi lama jika melihat pola hubungan ketua umum Megawati Soekarnoputri dan Ahok.

Megawati dalam beberapa kesempatan tampak memberi perhatian lebih kepada Ahok. Politisi PDIP yang sejak awal mendukung Ahok, Maruarar Sirait mencatat setidaknya ada tiga sinyal dukungan dari Megawati untuk Ahok itu. Apa saja?

"Ibu Mega memberi 'first cake' kepada Ahok saat ulang tahunnya ke-69 pada 23 Januari lalu. Ibu Mega juga memberi buku pertama saat peluncuran buku di Arsip Nasional. Saat Haul 3 tahun almarhum Pak Taufiq Kiemas, Ibu Mega juga ngobrol panjang dengan Ahok didampingi Presiden Jokowi," kata Maruarar dalam pesan singkat, Rabu (21/9/2016).

Politisi yang akrab disapa Ara itu juga menuturkan dia sudah memprediksi pilihan hak prerogatif Megawati itu akan jatuh ke Ahok saat dia menghadiri survei 14 Agustus 2016 lalu.

"Saya sangat yakin pada akhirnya Bu Mega akan memilih Ahok di Pilkada DKI Jakarta. Saya juga yakin mayoritas konstituen PDIP di Jakarta dan Indonesia mendukung Ahok," kata Ara saat itu.

Keyakinan itu disampaikan justru di saat banyak politisi dan elite PDIP lain yang sedang gencar-gencarnya menyerang Ahok.

Padahal menurut Ara, ada beberapa alasan yang membuat Mega menjatuhkan pilihan ke Ahok. Pertama, hubungan dan komunikasi Ahok dengan Megawati sangat baik,



Kedua, meskipun diterpa oleh barbagai isu, mulai dari isu korupsi, isu SARA, dan isu cara komunikasi yang dinilai kasar, namun elektabiltas Ahok tetap saja tinggi dibandingkan kandidat-kadidat lain.

"Belum dihantam saja, kandidat lain elektabilitasnya masih rendah," terang Ara.

Ketiga, kinerja Ahok nyata sehingga elektabiltasnya tetap terjaga. "DKI Jakarta di bawah kepemimpinan Jokowi-Ahok, dan kemudian diteruskan Ahok-Djarot telah mengalami perubahan ke arah positif," ucap anggota DPR RI itu.

Sebelumnya, PDIP mengumumkan pencalonan Ahok-Djarot dalam jumpa pers Rabu (20/9) malam bersama pencalonan di 100 daerah yang menggelar Pilkada lain. Pasangan incumbent itu akan mendaftar ke KPU DKI pukul 13.00 WIB siang ini.

(bal/van)


Berita Terkait