Cegah Tawuran, Disdik Pangkalpinang Gelar Outbond SMA-SMK

Cegah Tawuran, Disdik Pangkalpinang Gelar Outbond SMA-SMK

Nur Khafifah - detikNews
Rabu, 21 Sep 2016 03:05 WIB
Cegah Tawuran, Disdik Pangkalpinang Gelar Outbond SMA-SMK
Foto: Wakil Wali Kota Pangkalpinang M Sopian dan Kadisik Pangkalpinang Edison Taher meninjau lokasi outbond (Khafifah/detikcom)
Pangkalpinang - Masa remaja sering disebut sebagai masa pencarian jati diri. Banyak remaja yang merasa belum menemukan jati dirinya hingga tak jarang melangkah ke hal-hal negatif.

Dinas Pendidikan Kota Pangkalpinang memiliki cara tersendiri untuk menghadapi hal ini. Setiap tahun, Disdik menggelar outbond untuk siswa terpilih secara bergiliran. Ada outbond untuk kalangan SD, SMP atau SMA dan sederajat. Untuk tahun ini terpilih outbond bagi kalangan SMA.

"Mengapa SMA, karena anak-anak usia ini kan sedang mencari jati diri, jiwanya memberontak, emosinya belum stabil," kata Kadisdik Pangkalpinang Edison Taher di Wisma Aksi, Jl Muntok, Pangkalpinang, Babel, Selasa (20/9/2016).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ada 22 SMA/MA/SMK di Pangkalpinang yang mengirimkan perwakilan siswa-siswinya untuk mengikuti acara ini. Total jumlah peserta sebanyak 500 orang yang berasal dari kelas X dan XI. Mereka mengikuti outbond selama 2 hari yakni hari ini, Selasa (20/9) dan besok Rabu (21/9). Mereka dilatih langsung oleh Brimob.

Foto: Wakil Wali Kota Pangkalpinang M Sopian dan Kadisik Pangkalpinang Edison Taher meninjau lokasi outbond (Khafifah/detikcom)Foto: Wakil Wali Kota Pangkalpinang M Sopian dan Kadisik Pangkalpinang Edison Taher meninjau lokasi outbond (Khafifah/detikcom)

"Anak-anak ini sebelumnya sudah diseleksi oleh sekolah masing-masing. Sistem seleksinya kami serahkan ke pihak sekolah," kata Edison.

Selama 2 hari para siswa ini akan beristirahat di dalam tenda-tenda besar yang sudah disediakan oleh panitia. Ada 15 tenda berukuran sekitar 6x11 meter di arena outbond. Beberapa macam permainan edukatif juga tampak telah disiapkan.

"Permainan-permainan yang diajarkan ini melatih teamwork, kepemimpinan, kedisiplinan dan banyak hal positif lainnya," ucap Edison.

Setiap kelompok terdiri dari berbagai sekolah agar para siswa dapat saling berbaur. Menurut Edison, hal ini penting agar para siswa mengenal baik teman di sekolah lainnya sehingga tidak saling bermusuhan.

"Jadi tidak ada lagi kerusuhan seperti yang terjadi beberapa waktu lalu," ujar Edison.

Total jumlah peserta sebanyak 500 orang yang berasal dari kelas X dan XI (Khafifah/detikcom)Total jumlah peserta sebanyak 500 orang yang berasal dari kelas X dan XI (Khafifah/detikcom)

Belum lama ini memang terjadi insiden penusukan yang melibatkan siswa salah satu SMA dan SMK di Pangkalpinang. Insiden ini dipicu karena kesalahpahaman. Kasus tersebut sudah diselesaikan oleh kedua pihak bersama orangtua, sekolah, Pemkot dan Polres Pangkalpinang.

Edison berharap, dengan adanya outbond dan bimbingan mental ini, insiden kerusuhan semacam itu tak akan terulang lagi. Apalagi pendidikan di Pangkalpinang saat ini sedang menanjak. Indeks Integritas UN Pangkalpinang tertinggi kedua nasional, nilai UN juga tinggi, beberapa sekolah sudah mendapat penghargaan Adiwiyata Mandiri, serta berbagai prestasi di bidang seni dan keahlian.

"Mudah-mudahan ke depan mereka semakin memiliki daya saing tinggi. Sehingga kita siap menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean (MEA)," tuturnya. (khf/hri)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads