Wakil Ketua DPR Taufik Kurniawan: Pilgub DKI Harus Luber Jurdil

Wakil Ketua DPR Taufik Kurniawan: Pilgub DKI Harus Luber Jurdil

Elvan Dany Sutrisno - detikNews
Selasa, 20 Sep 2016 20:55 WIB
Wakil Ketua DPR Taufik Kurniawan: Pilgub DKI Harus Luber Jurdil
Foto: Lamhot Aritonang
Jakarta - Tak lama lagi tahapan Pilgub DKI 2017 dimulai. Wakil Ketua DPR Taufik Kurniawan mengingatkan KPU DKI agar penyelenggaraan Pilkada tetap luber, jujur dan adil.

"Sungguhpun ada perbedaan dukungan, perbedaan pandangan, terutama parpol, tapi diharapkan KPUD sebagai penyelenggara Pilkada serentak harus luber jurdil. Jangan sampai terjadi manipulasi-manipulasi suara ataupun hal-hal yang dapat mencederai demokrasi," kata Taufik Kurniawan usai pertemuan dengan eks Ketua MPR Amien Rais di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (20/9/2016).

Wakil Ketua DPR Fadli Zon dan Fahri Hamzah juga hadir dalam pertemuan itu. Dalam pertemuan itu Amien Rais mengingatkan bahwa Pilgub DKI akan jadi tontonan demokrasi bagi seluruh rakyat Indonesia.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saya kan tadi menerima kedatangan tokoh nasional Pak Amien Rais, tadi diterima bersama-sama dua pimpinan DPR Fahri Hamzah dan Fadli Zon. Pak Amien Rais ini kan kita sepakati bersama sebagai tokoh reformasi yang memberikan kontribusi besar bersama-sama tokoh Ciganjur lain, bersama almarhum Gus Dur dan Bu Mega. Oleh karena itu kita harus siap menerima masukan nasihat untuk kemajuan demokrasi," kata Taufik.

"Walaupun DKI itu hanya menggelar level pemilihan gubernur tetapi Pak Amien tadi menyampaikan bahwa DKI itu adalah jendela bangsa Indonesia, sebagai etalase Indonesia karena sebagai Ibu Kota," imbuh Taufik memaparkan pandangan Amien Rais.

PAN bersama koalisi kekeluargaan tengah menyiapkan cagub dan cawagub yang akan diusung di Pilgub DKI mendatang. Intinya koalisi kekeluargaan mencoba menyuguhkan pesta demokrasi yang menarik dan penuh kejutan di Pilgub DKI.

"Kami memberikan yang terbaik untuk negeri ini. Menang atau kalah ini adalah bunga-bunga demokrasi. Kalau tidak ada reformasi semuanya pasti masih serba tuntas, tuntunan dari atas. Jangan lupa itu semua harus kita isi dengan demokrasi yang luber dan jurdil," pungkasnya.

(van/tor)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini