Pengacara Sebut Pertemuan Irman Gusman dan Memi Bahas Rencana Bisnis

Pengacara Sebut Pertemuan Irman Gusman dan Memi Bahas Rencana Bisnis

Jabbar Ramdhani - detikNews
Selasa, 20 Sep 2016 19:06 WIB
Pengacara Sebut Pertemuan Irman Gusman dan Memi Bahas Rencana Bisnis
Irman Gusman Pakai Rompi Tahanan/ Foto: Grandyos Zafna
Jakarta - Pengacara Irman Gusman, Razman Arif Nasution menyebut bahwa antara kliennya dan Memi punya rencana bisnis ke depan. Memi dan suaminya, Xaveriandi Sutanto ialah orang yang diduga memberi suap sejumlah Rp 100 juta kepada Irman. Mereka terkena Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh KPK pada Jumat (16/9) lalu. Mereka kini telah dijadikan tersangka oleh KPK.

Kembali kepada rencana bisnis Irman dan Memi. Hal ini dikatakan Razman untuk menyanggah isu bahwa Irman akan mendapatkan fee dari hasil gula yang dijual CV Semesta Berjaya.

"Jadi gini, Pak Irman bilang, 'nanti kalau saya diperiksa, akan diluruskan'. Karena beliau waktu itu blank, kan gak tidur-tidur," kata Razman di Gedung KPK, Jl. HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (20/9/2016).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Nah kalau per Kg (akan dapat fee) itu gak ada. Yang ada, ada rencana bisnis mereka ke depan. Bukan program bisnis sekarang. Nah, bisa jadi setelah selesai jadi anggota DPD," tambahnya.

Razman mengatakan bahwa Memi yang baru membeli tanah milik Irman seharga Rp 14 miliar. Tanah itu akan digunakan Memi sebagai gudang.

"Tapi bayangkan ya, beliau (Irman, red) aja baru jual tanah. Jadi Ibu Memi itu baru beli tanah beliau untuk urusan lahan untuk tempat gudang. Itu miliknya Pak Irman. Nilainya Rp 14 miliar. Baru saja dibayar lunas," kata Razman.

Menurutnya tidak masuk akal bila Irman menerima uang Rp 100 juta sebagai uang suap pengaturan kuota impor gula untuk CV Semesta Berjaya.

"Artinya, kerja sama mereka ini berkenalan karena sama-sama Sumbar, ya kan? Masa dia baru saja jual 14 miliar, terus Rp 100 juta ada setoran? Itu loh yang tidak masuk akal," ucapnya.

Selanjutnya, Razman memberikan kronologi soal kliennya yang ikut mengurus soal impor gula. Menurutnya, Irman ingin ikut menurunkan harga gula yang terlampau tinggi di Sumbar.

Kondisi ini diketahui Irman setelah turun ke lapangan untuk mengecek harga sembako. Spontanitas, Irman pun menghubungi Dirut Bulog Djarot Kusumayakti. Razman tidak menyangkal adanya komunikasi tersebut.

"Benar, Pak Irman tidak membantah (komunikasi) itu. Cuma Pak Irman bilang, 'Kenapa saya telepon (Djarot), karena ketika saya cek ke lapangan harga gula naik'," ujar Razman.

Setelah itu Razman menghubungi Memi karena ia pengusaha gula yang dikenalnya. Memi pun mengadu bahwa pasokan gula di lapangan kurang. Memi lalu meminta Irman menghubungi Bulog agar dapat membantu kondisi ini. Irman pun menghubungi Djarot.

"Pak Irman ngomong ke Pak Djarot, silakan direkam. (Atau) tanya beliau," kata Razman.

Razman lalu mengilustrasikan pembicaraan antara Irman dan Djarot.

'Pak (Jarot), ini kok gula Sumbar kurang?'

'Oh iya, Pak. Kalau begitu kita bantu.'

'Bagaimana caranya?'

'Bapak harus ada mitra.'

Mendapat jawaban seperti itu, Irman kemudian kembali menghubungi Memi. Memi selanjutnya berkomunikasi dengan Bulog.

"Langsung kepikir (oleh) beliau (Irman, red). Karena ini skala kecil, maka dihubungilah Bu Memi. Bu Memi langsung hubungi ke pihak Bulog. Jadi berjalan begitu saja. Jadi itu kan Ramadhan. Sekarang Idul Adha. Sudah berjalan 3 bulan," tutur Razman.

Razman menyanggah bila Irman disebut menekan pihak Bulog atas upaya impor gula tersebut.

"Saya kira bisa dimintai keterangan dari Pak Djarot kalau ada kata menekan. Tapi beliau katakan tidak ada kata menekan. Hanya berbahasa biasa saja. Pak Irman mana ada bahasa dia menekan. Kalau bahasa saya ada lah mungkin," katanya.

Direktur Pengadaan Bulog, Wahyu, mengakui bahwa CV Semesta Berjaya adalah salah satu mitra penyalur yang ditunjuk oleh Bulog untuk mendistribusikan gula impor di Sumatera Barat.

Bulog mendapatkan penugasan dari pemerintah untuk stabilisasi harga gula. Dalam rangka stabilisasi itu, Bulog mengimpor 260.000 ton gula. Untuk mendistribusikannya, Bulog menunjuk 57 distributor di seluruh Indonesia, salah satunya CV SB.

"Bulog melaksanakan penugasan sesuai tugas yang diberikan pemerintah. Untuk penjualan kami pasti menunjuk mitra penyalur atau distributor. Itu untuk menjual di daerah. Jumlahnya ada 57 distributor di seluruh Indonesia. CV SB adalah salah satunya," papar Wahyu dalam konferensi pers di Gedung Bulog, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Senin (19/9). (rvk/rvk)


Berita Terkait