"Ibu Eni tak wakili Indonesia, tapi internasional imingran yang jumlahnya begitu banyak, dia wakili Banglades, India apa saja ya migran," kata JK di Markas PBB, 46th street & 1st avenue, New York, Amerika Serikat, Selasa (20/9/2016).
JK mengakui keberanian Eni mengungkap nasib buruh migran selama ini di hadapan Sidang Umum PBB. Meski Eni berdarah Indonesia, tetapi pendapatnya kali ini mewakili organisasi tempat dia bernaung.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam pidato di pembukaan hari pertama Sidang Umum PBB, Eni menyebut kebijakan yang ada selama ini tak berpihak pada buruh migran. Para buruh migran di mana pun merasa hanya dimanfaatkan untuk penghasil devisa, sementara hak-hak mereka diabaikan.
"Lebih jauh lagi, kebijakan tentang buruh migran semakin membuat kami tak dianggap. Pemerintahan hanya mengejar uang yang dihasilkan tanpa disertai pelayanan dan perlindungan," sebut Eni kemarin. (bag/tfq)











































