"Ini kehidupan sosial masyarakat ya, dulu sembunyi-sembunyi, sekarang ini malah cenderung dipertontonkan. Melawan norma-norma keluarga dengan bangga, dalam rangka mencari identitas," tutur guru besar sosiologi UGM, Prof Heru Nugroho kala berbincang dengan detikcom, Selasa (20/9/2016).
Baca juga: KPAI Lapor Kominfo Soal Heboh Akun Awkarin dan Anya Geraldine
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Krisis identitas tergantung pergaulannya. Kalau bisa diarahkan yang bagus, namun bisa terperosok juga, tergantung pengarahan. Kan bukan cuma pergaulan bebas tapi juga soal narkoba," jelasnya.
Fenomena anak muda yang membuat konten kontroversial itu, dinilainya, tak cuma semata-semata bermotif untuk mendapatkan materi. Yang lebih penting, untuk menunjukkan 'siapa saya'.
Baca juga: KPAI Minta Masyarakat Kritis pada Akun Seleb Medsos Awkarin dan Anya Geraldine
"Nggak semata-mata materi, materi salah satunya. Mereka sebenarnya kreatif, ada ruang berkreasi melalui vlog, sekaligus mempertontokan kami ini seperti ini bahkan mungkin mencoba menggoyang norma-norma lama. Pondasi tidak ada lagi, normanya saja, masyarakat sudah berubah," tuturnya.
Heru menilai banyak konten yang dipublikasikan di Youtube adalah realita, seperti pergaulan bebas.
"Realitanya seperti itu juga, banyak lapisan atas dan bawah anak-anak muda hidup lebih bebas. Saya kira bukan hanya di dalam Youtube, realitasnya sudah seperti itu. Saya sering menjumpai anak muda dari Jakarta, dari kelas menengah, keluarganya berlibur di sebuah hotel menengah ke atas, kemudian ada dua anak muda, berlibur sendiri, berenang, hanya berdua dan bukan waktunya liburan," jelasnya.
Baca juga: Disorot KPAI karena Video Viralnya, Anya Geraldine Respons via Medsos
Heru juga mewanti-wanti bahwa banyak sekali video di Youtube yang melebihi seleb medsos yang sedang disorot KPAI. Jadi, para orangtua dan KPAI jangan hanya khawatir dengan video-video seleb medsos itu, namun banyak pula konten negatif yang bertebaran di luar itu.
"Di Youtube bukan hanya video seperti itu, tempatnya banyak yang tidak ada di film-film, adegan-adegan yang tak ada di film juga muncul video. Mungkin jangan hanya khawatir dengan dua video itu, potongan itu di luar itu banyak yang lebih mengkhawatirkan. Melihat Youtube lebih dari adegan yang dikhawatirkan, banyak yang lebih seram lagi," kritiknya. (nwk/iy)











































