Dalam siaran pers yang diterima detikcom, Selasa (20/9/2016), ada beberapa hal yang mencuat dalam pembicaraan antar anggota dalam forum. Di antaranya ialah tindakan pencegahan terhadap kejahatan terorisme di wilayah Asia Tenggara.
"Lalu pencegahan atas kejahatan dalam bidang keimigrasian seperti pemalsuan dokumen, pelanggaran izin tinggal, hingga perdagangan dan penyelundupan manusia, keamanan perbatasan dan tempat pemeriksaan imigrasi," ujar Dirjen Imigrasi Kemenkum HAM, Ronny F Sompie dalam keterangannya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Terkait dengan pergerakan atau lalu lintas Foreign Terrorist Fighter (FTF) atau pergerakan teroris asing, perlu kesediaan negara anggota untuk sukarela mengkoordinir data dan menyebarluaskan data ke negara lain," kata Ronny.
Menteri Yasonna dijadwalkan membuka secara resmi ini pada Rabu (21/9). Pertemuan sendiri akan berlangsung selama 2 hingga Kamis (22/9).
Hingga hari ini dilaporkan delegasi Negara-negara anggota DGICM yang telah hadir yaitu Kamboja, Laos, Malaysia, Filipina, Singapura, Thailand, Brunei Darussalam, Vietnam, Sekretariat ASEAN, dan Indonesia. Delegasi Myanmar dikabarkan tidak menghadiri forum ini sedangkan Delegasi Australia tiba di Bali esok hari. (rni/tor)











































