Usaha Es Krim yang Berdayakan Penyandang Difabel Bawa Sheila Bertemu Obama

Usaha Es Krim yang Berdayakan Penyandang Difabel Bawa Sheila Bertemu Obama

Sukma Indah Permana - detikNews
Selasa, 20 Sep 2016 17:23 WIB
Usaha Es Krim yang Berdayakan Penyandang Difabel Bawa Sheila Bertemu Obama
Sheila di Laos (Foto: Dok Pribadi)
Bantul - Bertemu dan bersalaman langsung dengan Presiden Amerika Serikat, Barack Obama selama ini bahkan tak pernah dibayangkan oleh Sheila Reswari (24). Namun berkat kerja kerasnya membangun social entrepreneurship dalam bentuk Osiris, membawa Sheila bertemu langsung dengan Obama di Laos.

Sheila bercerita, pada awal tahun 2016 dia mendaftar program Young Southeast Asian Leaders Initiative (YSEALI). Barack Obama merupakan inisiator program yang menyasar anak-anak muda Asia ini.

Salah satu syarat dalam pendaftarannya, calon peserta harus memiliki sebuah program yang membawa dampak bagi komunitas atau kelompok masyarakat tertentu. Osiris kemudian menjadi bekal Sheila.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Osiris merupakan social enterpreneurship yang dibangun Sheila bersama empat teman lainnya Aldo Egi Ibrahim, Ali Bachtiar Sirry, Muhammad Andira Barmana, dan Nur'aini Yuwanita Wakan bersama Paguyuban Paguyuban Difabel Bangkit Sidomulyo. Sheila merupakan satu-satunya yang hingga saat ini masih tinggal di Yogyakarta untuk fokus menggarap Osiris.

"Teman-teman yang lain sudah kerja di luar kota. Tapi mereka tetap mendukung Osiris. Ada yang setiap bulan pasti datang ke Osiris, misalnya kemarin ada pameran tapi saya nggak bisa (mengurus) lalu ada teman saya," ujar Sheila.

Foto: Sukma Indah P/detikcomFoto: Sukma Indah P/detikcom

Dengan mengusung es krim yang terbuat dari buah Nusantara, Osiris memberdayakan keluarga dan penyandang difabel.

"Itu menjadi nilai plus memang, meski di dalamnya ada beberapa penilaian yang lain seperti salah satunya leadership," ujar Sheila kepada detikcom, Selasa (20/9/2016).

Lulusan Jurusan Manajemen Fakultan Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada (FEB UGM) ini terpilih dari 200 peserta lainnya. Sheila berkesempatan belajar selama 5 pekan di Arizona State University. Dia mengaku memperoleh pelajaran tentang leadership, bagaimana memecahkan masalah dengan efektif dan betapa terjun ke lapangan untuk itu sangat penting.

"Banyak hal yang saya pelajari di sana, yang pasti kita diajari bagaimana menjadi seharusnya kita memecahkan sebuah masalah dengan memahami akar permasalahan, tidak hanya menebak-nebak saja," jelasnya.

Setelah 5 pekan menjalani program tersebut, rupanya Obama ingin bertemu dengan para peserta saat berada di Laos. Para peserta, termasuk Sheila kemudian diundang di acara Young Southeast Asian Leaders Initiative Summit di Laos untuk bertemu dengan Obama pada awal September lalu. Pada kesempatan itu, Obama menyampaikan pidatonya di hadapan Sheila dan ratusan peserta dari seluruh negara-negara ASEAN.

"Kita mempelajari soal organisasi-organisasi, soal workshop, networking dan tentu berkenalan dengan teman-teman dari negara-negara ASEAN lainnya," tutur Sheila.

Baca: Kedai Es Krim di Bantul ini Hanya Pekerjakan Penyandang dan Keluarga Difabel

Sheila yang duduk di deretan terdepan saat Obama berpidato, mengaku tak bisa melupakan perasaan antusias dan terharu yang dirasakannya saat itu. Ada kalimat yang tak bisa terlupakan oleh Obama dalam pidatonya.

"You have more opportunity today to make a difference in the world than any generation before. My hope is that you seize that opportunity," ucap Sheila menirukan Obama.

Meski tak sempat berfoto karena dilarang oleh petugas pengamanan Presiden Obama, Sheila tak akan lupa pada pengalaman berharganya itu.

"Saya nggak dapat kesempatan bertanya langsung. Tapi Obama sempat turun dari panggung dan menyalami peserta yang paling depan, saya terharu sampai nggak sadar air mata keluar," ceritanya.

Obama bagi Sheila merupakan figur yang penuh inspirasi. Sheila selalu mengikuti berita mengenai Obama mulai tentang sepak terjang politik hingga karakter kepemimpinan Obama yang sangat merakyat.

"Saya belajar dari Obama, bahwa untuk menjadi leader harus turun ke bawah, membumi," tutup Sheila. (sip/trw)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads