Guruh Tidak Setuju Ada Kongres dan DPP PDIP Tandingan
Rabu, 30 Mar 2005 16:36 WIB
Bali - Guruh Soekarnoputra menegaskan tidak menyetujui dilakukannya kongres tandingan maupun DPP PDIP tandingan yang baru dibentuk Gerakan Pembaruan PDIP. Dia tidak menginginkan perpecahan pada PDIP.Hal itu disampaikan adik bungsu Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri ini dalam jumpa pers di Hotel Segara Village, Sanur, Rabu (30/3/2005)."Saya sudah menyatakan hal ini pada Gerakan Pembaruan. Saya pribadi tidak sependapat dengan wacana kongres ataupun DPP tandingan. Karena yang paling penting perjuangan harus dilandasi persatuan dan kesatuan. Apalagi PDIP merupakan manifestasi kedaulatan rakyat. Jadi kalau PDIP pecah berarti rakyat pecah," katanya.Dia meminta jangan karena kongres jadi bermuara pada perpecahan. Namun bila ada pihak yang mempertanyakan keabsahan kongres melalui proses hukum, boleh-boleh saja. Tapi dirinya ingin agar selama proses berlangsung, PDIP tetap utuh."Saya telah mengikuti dari luar mengenai jalannya kongres dan ikut merasakan beberapa hal yang menyalahi aturan. Misalnya soal one man one vote yang ada dalam AD/ART pasal 21. Namun disepakati dalam tatib menjadi voting block," urai Guruh.Karena itu, lanjut dia, konstelasi suara yang mendukung dirinya jadi berubah. Guruh mengaku pernah bilang dari 1.800-an peserta, yang mendukung dirinya ada 1.000-an lebih. Tapi dengan adanya voting block, semua bisa berubah. "Saya tidak tahu berapa pendukung saya sekarang," ujarnya.Mengenai pandangan umum atas laporan pertanggungjawaban DPP PDIP semalam, diakuinya lebih dari 90 persen memang mencalonkan Mega menjadi ketua umum PDIP lagi."Saya kurang tahu akan mengarah pada aklamasi atau tidak. Tapi menurut saya, aklamasi harus bulat 100 persen. Ada satu saja yang tidak setuju, harus tetap dilakukan voting," tegas Guruh.Dia juga mengaku prihatin dan menilai Kongres PDIP berkesan kurang mencerminkan demokrasi. Namun dia membantah jika dikatakan mundur dari pencalonan ketua umum PDIP."Itu tidak benar, karena tetap ada yang mencalonkan saya. Menang kalah itu nomor dua," ujarnya. Kalau ditawari jabatan pengurus oleh Mega? tanya wartawan. "Saya akan berpikir sebentar, bisa saya terima, bisa tidak," tukas Guruh.Dia menampik sudah ada pembicaraan mengenai hal itu. "Saya sempat bicara dengan Mbak Mega setelah pembukaan kongres, namun bukan tentang itu. Saya bilang kepada Mbak Mega, saya bukan berada dalam kelompok manapun juga. Jangan sampai salah persepsi. Saya tidak ditunggangi siapapun," tegasnya.Pertemuan itu bisa disebut rekonsiliasi? "Bukan, karena tidak ada perpecahan di keluarga, yang beda hanya persepsi melihat partai ini," jelas Guruh.
(sss/)











































