Guru SMP di Medan Mengaku Dicederai Siswanya, Kini Terancam Lumpuh

Guru SMP di Medan Mengaku Dicederai Siswanya, Kini Terancam Lumpuh

Jefris Santama - detikNews
Senin, 19 Sep 2016 17:57 WIB
Guru SMP di Medan Mengaku Dicederai Siswanya, Kini Terancam Lumpuh
Rosita, guru SMP di Medan yang mengaku dicederai siswa (Foto: Jefris Santama/detikcom)
Medan - Rosita (36), seorang guru Matematika di salah satu Sekolah Menengah Pertama (SMP) swasta di Medan, Sumatera Utara (Sumut) mengaku dicederai oleh muridnya. Akibat mendapatkan serangan fisik tersebut, Rosita terancam lumpuh.

"Kejadiannya pada bulan April 2016 lalu," kata Rosita, Senin (19/9/2016).

Warga Jalan Selam IV, Mandala, Medan ini menceritakan, saat itu siswanya yang berinisial FL tiba-tiba berlari kemudian menabrakkan diri ke Rosita. Rosita yang merasa dirinya tak bisa menghindar kemudian hanya berdiam diri.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Dia (FL) saat itu duduk di kelas 7. Saat ini dia sudah kelas 8. Dia datang dari arah gerbang. Dia terus berlari kencang kemudian menabrak saya. Saya hanya menahan diri dengan kaki saya," kata Rosita.

Tak lama kemudian, lanjut Rosita, seketika kakinya merasa kebas. Berdasarkan hasil pemeriksaan dokter, tulang panggul Rosita begeser. Ia juga mengalami peradangan.

"Bantalan tulang belakang saya robek," ujar Rosita yang kini banyak menghabiskan waktunya duduk di kursi roda. Sesekali, dia sanggup untuk berdiri sendiri namun hanya sebentar.

Sebelum kejadian tersebut, Rosita memang kerap menegur FL. Pasalnya, saat itu FL pernah mengabaikan tugas dari Rosita. Karena mengabaikan tugas, Rosita pun menegur kemudian menasihati FL.

"Dia (FL) mungkin sengaja menabrak saya. Saat itu, dia pernah mengancam saya. Namun tidak saya pedulikan. Anak ini bisa dibilang cukup bandel," imbuhnya.

Foto: Jefris Santama/detikcomFoto: Jefris Santama/detikcom

"Harapan saya, saya minta penyelesaian yang adil. Kebenaran dan keadilan bisa ditegakkan untuk saya," tambah Rosita.

Atas peristiwa tersebut, kata Rosita, orang tua FL sempat menyatakan akan bertanggung jawab dan membiayai pengobatan. Namun belakangan, lanjut dia, mereka kemudian ingkar. Rosita mengaku, dirinya belum menerima gaji dalam dua bulan belakangan ini.

Terkait hal tersebut, pihak sekolah tersebut belum bersedia memberi keterangan. Pihak sekolah belum mau memaparkan terkait pengakuan Rosita itu.

Sementara orang tua FL tidak mau berkomentar. "No comment. No comment," katanya sambil menutup telepon. (trw/trw)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads