"Kejadiannya pada bulan April 2016 lalu," kata Rosita, Senin (19/9/2016).
Warga Jalan Selam IV, Mandala, Medan ini menceritakan, saat itu siswanya yang berinisial FL tiba-tiba berlari kemudian menabrakkan diri ke Rosita. Rosita yang merasa dirinya tak bisa menghindar kemudian hanya berdiam diri.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tak lama kemudian, lanjut Rosita, seketika kakinya merasa kebas. Berdasarkan hasil pemeriksaan dokter, tulang panggul Rosita begeser. Ia juga mengalami peradangan.
"Bantalan tulang belakang saya robek," ujar Rosita yang kini banyak menghabiskan waktunya duduk di kursi roda. Sesekali, dia sanggup untuk berdiri sendiri namun hanya sebentar.
Sebelum kejadian tersebut, Rosita memang kerap menegur FL. Pasalnya, saat itu FL pernah mengabaikan tugas dari Rosita. Karena mengabaikan tugas, Rosita pun menegur kemudian menasihati FL.
"Dia (FL) mungkin sengaja menabrak saya. Saat itu, dia pernah mengancam saya. Namun tidak saya pedulikan. Anak ini bisa dibilang cukup bandel," imbuhnya.
Foto: Jefris Santama/detikcom |
"Harapan saya, saya minta penyelesaian yang adil. Kebenaran dan keadilan bisa ditegakkan untuk saya," tambah Rosita.
Atas peristiwa tersebut, kata Rosita, orang tua FL sempat menyatakan akan bertanggung jawab dan membiayai pengobatan. Namun belakangan, lanjut dia, mereka kemudian ingkar. Rosita mengaku, dirinya belum menerima gaji dalam dua bulan belakangan ini.
Terkait hal tersebut, pihak sekolah tersebut belum bersedia memberi keterangan. Pihak sekolah belum mau memaparkan terkait pengakuan Rosita itu.
Sementara orang tua FL tidak mau berkomentar. "No comment. No comment," katanya sambil menutup telepon. (trw/trw)












































Foto: Jefris Santama/detikcom