"Rapat DPP-nya besok. Skenario pertama tetap prioritas," kata Wasekjen PDIP Erico Sotarduga kepada detikcom, Senin (19/9/2016).
Yang dimaksud skenario pertama adalah PDIP menjadi bagian dari parpol pengusung cagub DKI incumbent Basuki Tjahaja Purnama. Namun Eriko enggan bicara lebih lanjut soal kepastian duet Ahok-Djarot ke Pilgub DKI.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pasangan itu (Ahok-Djarot) jadi. Kami punya keyakinan, masa PDIP tidak mau memberikan dukungan pasangan yang sudah bagus. Kita berpikir untuk Jakarta," kata Idrus kepada wartawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, siang tadi.
Sinyal PDIP bakal mengusung Ahok-Djarot juga semakin kuat setelah Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini menolak tawaran maju Pilgub DKI. Megawati konon sudah sepakat dengan Risma terkait hal ini.
"Bu Mega sudah sepakat bahwa tidak, tapi kan nggak ada yang bisa ngatur, saya pikir manusia tidak ada yang bisa ngatur kalau Allah berkehendak Tuhan berkendak," ungkap Risma saat berkisah tentang penolakannya maju Pilgub DKI, Minggu (20/9) kemarin.
Benarkah PDIP sudah final mengajukan Ahok-Djarot? Inikah akhir antiklimaks memanasnya hubungan PDIP-Djarot beberapa waktu lalu?
(van/trw)











































