"Yang memberikan informasi orang orang kita (WNI) juga nih, dia lapor Abu Sayyaf ada kapal yang lewat segala macam akhirnya jadi korban sandera lalu ditebus. Orang-orang yang kasih informasi ini dapat informasi juga nih. Kan tidak betul orang-orang kayak gini nih. Ini begitu-begitu sama saja dengan menjual negara," tutur Ryamizard dengan nada meninggi di Aula Universitas Pattimura, Ambon, Maluku, Senin (19/9/2016).
"Lagi dicari, susah lah. Saya infonya ini dari Filipina, mereka juga bekas Abu Sayyaf. Kedepan diharapkan tidak ada lagi," sambung dia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Begini rute itu sudah kita jaga ketatkan. Batu bara sudah kita kawal, di setiap tongkang yang berisi batu bara itu ada tentaranya dua tiga tentara bersenjata. Alhamdulillah sudah dua bulan ini tdak ada penculikan karena kita kawal," kata dia.
"Yang belakang-belakang ini kan daerah situ, ke Malaysia situ ya masing-masing itu di kawal," imbuhnya.
Khusus kepada tiga sandera yang baru saja dibebaskan kemarin, Menhan menitipkan pesan khusus kepada mereka. Pesan tersebut adalah agar para nelayan tidak melaut di wilayah-wilayah rawan yang telah ditetapkan pemerintah.
"Saya sudah bilang yang dibebaskan kemaren, kamu nanti pulang kasih tahu temen-temen yang di NTT sana nyari ikan tidak usah di sana-sana. Nyari ikan kenapa nggak di deket deket saja. Saya mengimbau supaya para nelayan disiplinlah. Tapi kalau misalnya nggak disiplin terus ditangkap tangkap capek lah. Bukan apa apa memang harus capek, tapi banyak kerjaan lain," ungkapnya.
"Kalau satu dua tiga kali tidak apa-apa tapi kalau mengulang ya ini susah. Mudah-mudahan kemana mana kan ada angkatan laut, jadi kalau ada yang tidak disiplin kita tahu. Kerjasama dengan panglima sana, nanti saling bekerja sama dengan makodam sanalah," tegas Ryamizard. (wsn/rvk)











































