Semangat Bilal Terus Berkarya demi Menghajikan Sang Ibu

Semangat Bilal Terus Berkarya demi Menghajikan Sang Ibu

Aditya Mardiastuti - detikNews
Senin, 19 Sep 2016 15:09 WIB
Semangat Bilal Terus Berkarya demi Menghajikan Sang Ibu
Foto: Aditya Mardiastuti/detikcom
Banyuwangi - Mustaq Bilal (35) tak hanya bertekad untuk mandiri. Tapi dia juga punya cita-cita mulia: menghajikan sang Ibu.

Putra pasangan almarhum Sutaman dan Suniyah ini bekerja sebagai pembuat topeng dan barong. Dia memiliki prinsip, selama bisa bekerja, hal itu akan dilakoninya.

"Banyak orang kasihan tapi saya enggak mau dikasihani lho. Saya maunya perhatian. Kadang waktu saya belanja ke pasar dikasih orang, saya tolak bukannya apa-apa saya cuma mau mandiri," kata Bilal saat ditemui detikcom di Jalan Kuntulan, Kelurahan Bakungan, Banyuwangi, akhir pekan lalu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selama bekerja membuat kerajinan barong dia melakukannya seorang diri. Mulai dari belanja hingga mengecat kerajinan yang dibuatnya. Hanya saja untuk pengerjaan tertentu dia meminta teman-temannya untuk datang membantu.

"Ya seperti ngelem, ngamplas dan pekerjaan lain yang tidak bisa saya kerjakan karena keterbatasan fisik baru minta tolong orang. Tapi kalau untuk belanja dan lainnya saya jalan sendiri," tukas lulusan SMA LB Negeri Banyuwangi ini.

Bilal mengaku jatuh cinta dengan berbagai seni. Bersama rekannya sesama difabel dia tergabung dalam kelompok orkes al Mumtaz dan sudah kerap manggung di Jember dan Malang.

"Kelompok orkes itu gabungan siswa baik yang sudah lulus atau masih sekolah di Sekolah Luar Biasa Banyuwangi. Kebetulan saya pegang kendang, " jelasnya mantap.

Tak hanya aktif di kelompok musik, bersama kakaknya Bilal mendirikan Seni Barong Ogoh-Ogoh. Kelompoknya sudah kerap pentas di berbagai lokasi di Banyuwangi.

"Setiap main anggotanya kurang-lebih 35 orang. Kakak saya yang melatih tari dan saya menyediakan propertinya. Sudah jalan dua tahun ini, tanggapan paling banyak di bulan Januari," katanya.

Foto: Aditya MT/detikcomFoto: Aditya MT/detikcom

Kecintaannya kepada seni membuatnya mantap ingin menjadi seorang guru kesenian. Namun kendala biaya dan rasa sayangnya kepada ibunya membuatnya ragu mengejar asanya.

"Saya ingin jadi guru kesenian cuma enggak ada modal buat kuliah. Walaupun begitu di Banyuwangi juga belum ada harus keluar kota, kasihan ibu kalau ditinggal sendiri," katanya.

Rezeki yang diterimanya dari membuat kerajinan barong dan pentas pun kerap disisihkannya untuk ditabung. Dia ingin memberangkatkan sang ibu Suniyah berangkat haji.

"Motivasinya orangtua tinggal ibu ingin sekali membahagiakan orangtua. Belum kesampaian untuk menghajikan ibu," katanya.

Sang ibu mengaku bangga putra bungsunya bisa menafkahi keluarga. Suniyah pun selalu mendoakan agar anaknya bisa selalu sehat dan segera bertemu jodohnya.

"Saya bangga dia bisa memberi makan orangtuanya. Saya selalu berdoa supaya lekas laku, dijauhkan dari malapetaka dan didekatkan rezekinya serta panjang umur," ujar Suniyah dalam bahasa Using. (ams/trw)


Berita Terkait