Ahok malas mengomentari serangan Amien yang bertubi-tubi itu. "Enggak usah komentari, orang tua. Nanti kalau dia disuruh jalan ke Monas saja bisa pingsan. Apalagi jalan ke Solo. Ya enggak? Enggak enak kan," kata Ahok yang menyindir balik Amien, Senin 19 September 2016.
Sindiran Ahok bagai mengingatkan lagi tentang peristiwa saat Joko Widodo terpilih menjadi Presiden ke-7 periode 2014 hingga 2019. Saat itu beredar pemberitaan, Amien yang mendukung Prabowo Subianto sebagai presiden itu akan jalan kaki Yogya-Jakarta PP jika ada yang menunjukkan kliping bahwa dia pernah menyudutkan Prabowo Subianto dalam statemennya pada 1998 lalu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Giman mewujudkan nazarnya berjalan kaki dari Yogyakarta ke Jakarta ketika Jokowi terpilih menjadi Presiden. Sebelum ke Jakarta, Giman menyambangi rumah Amien di Yogyakarta dan kantor DPP PAN di Jakarta. Giman seolah ingin menagih nazar Amien Rais, tapi Amien mengaku tak pernah bernazar seperti itu.
Berikut 3 kisahnya:
1. Serangan Amien ke Ahok
|
Foto: Foto: Noval/detikcom
|
Berbagai 'julukan' pun disematkan oleh Amien ke Ahok, mulai dari 'sontoloyo' hingga 'dewa ingusan kecil'.
Amien mendukung galangan untuk menolak Ahok menjadi gubernur, salah satunya menghadiri Rapat Akbar Forum RT RW di Jalan Yos Sudarso Lorong 104, Koja, Jakarta Utara, pada Minggu 18 September 2016. Dia menilai kebijakan Ahok tidak berpihak kepada masyarakat kelas bawah.
2. Ahok Sindir Balik Amien
|
Foto: Noel/detikHOT
|
Atas serangan itu, Ahok tidak berkomentar banyak. Dia hanya menyebut Amien sebagai orang tua yang bakal kepayahan kalau disuruh jalan kaki dari Jakarta ke kota lain.
"Enggak usah komentari, orang tua. Nanti kalau dia disuruh jalan ke Monas saja bisa pingsan. Apalagi jalan ke Solo. Ya enggak? Enggak enak kan," kata Ahok yang menyindir balik Amien di Balai Kota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Senin (19/9/2016).
3. Giman 'Tagih' Amien Jalan Kaki
|
Foto: Rachman Haryanto
|
Kemudian muncullah kliping harian Republika berjudul "Amien Rais: Prabowo Harus Dimahmilkan" edisi 4 September 1998. Karena kemunculkan kliping itu sejumlah pihak mendesak Amien Rais yang dikenal garang menentang Orba pada 1998 untuk merealisasikan janjinya jalan kaki Yogya-Jakarta PP.
Janji Amien Rais itu salah satunya ditagih Giman, pendukung Joko Widodo. Giman yang mewujudkan nazarnya berjalan kaki dari Malang ke Jakarta jika Jokowi terpilih sebagai presiden itu sempat mendatangi kediaman Amien Rais di Yogyakarta. Namun, dia tidak bertemu mantan Ketua MPR itu.
Setiba di Jakarta, Giman menyambangi kantor DPP PAN di Jakarta. Giman dan rombongan langsung melakukan orasi. Salah satu rekan Giman menyatakan, pihaknya sengaja mampir di kantor PAN karena ingin menyindir Ketua Dewan Kehormatan PAN Amien Rais.
Namun, Amien Rais membantah akan melakukan nazar seperti yang diucapkan Giman.
Halaman 2 dari 4











































