"Kesalahan saya terbesar adalah saya merekam satu video tanpa sepengetahuan Pak Krishna. Ini tidak lain hanya sebagai bentuk kebangaan saya melihat seorang seperti bapak Krishna mau bermain dengan anak saya," ujar Alice Wara kepada sejumlah wartawan di sebuah restoran di Mal Kalibata, Jakarta Selatan, Jumat (18/9/2016) malam.
Dalam pertemuan dengan sejumlah wartawan ini, Alice Wara tidak bersedia diambil fotonya secara langsung. Tetapi reporter detikcom melihat langsung kondisi fisik Alice sehat dan tidak ada luka lebam atau apa pun di wajahnya.
"Saya tegaskan bahwa rekaman dan foto yang saya buat terhadap anak saya bukan untuk memeras pak Krishna atau untuk niat jahat apapun," tambah Alice.
Rekaman video yang sempat ditanyakan oleh penyidik Paminal Propam Mabes Polri itu, diambilnya sekitar tahun lalu di Hotel Aston. Saat itu, Alice menemui Krishna untuk membicarakan soal teror yang menimpa dirinya. Ia berharap, Krishna dapat membantu menangkap pelaku teror itu.
Dalam pertemuan itu, Alice bersama dua orang temannya. Pertemuan dilakukan di Hotel Aston, mengingat saat itu Krishna-yang saat itu menjabat Dirkrimum Polda Metro Jaya-sedang mengumpulkan sejumlah anggotanya di situ.
Beberapa waktu setelah pertemuan terakhirnya itu, Alice kemudian mengalami musibah. Ia kerampokan dan handphone yang ia pakai untuk merekam video itu diambil oleh pelaku. Perampokan itu terjadi sekitar November-Desember 2015 dan telah dilaporkan Alice ke Polsek Medan Satria.
"Pada hari dan tanggal yang saya lupa, saya kerampokan dan kehilangan barang, HP saya hilang. Dan saya melaporkan kejadian itu di Polsek Medan Satria di Kompleks Harapan Indah," imbuh dia.
Dan setelah itu, Alice tidak pernah bertemu lagi dengan Krishna. "Sekarang foto anak saya dengan Pak Krishna menyebar di medsos dan terjadi opini publik bahwa anak dalam foto itu anak saya dan luka-luka wajah saya yang saya upload di FB saya seolah-olah berkaitan dengan Pak Krishna," tambahnya.
Atas hal itu, Alice pun meminta maaf kepada Krishna Murti. "Saya meminta maaf kepada Pak Krishna dan keluarga, dampak dari isu ini luar biasa. Saya yakin keluarga Pak Krishna dan Polri terganggu akibat peristiwa ini," katanya.
"Niat tulus pak Krishna membantu saya malah membuat masalah bagi beliau dan mudah-mudahan ini memberi klarifikasi atas semua isu yang beredar di luar," lanjutnya.
Ia berharap, dengan klarifikasi tersebut dapat memperjelas duduk perkara yang sebenarnya. "Semoga nama baik Pak Krishna bisa dipulihkan dan sekali lagi saya meminta maaf kepada beliau dan keluarganya serta kepada Polri. Dan tentunya nama baik saya dan keluarga saya," tuturnya.
Soal rekaman video dan foto-foto dirinya itu sudah dijelaskan ke Paminal Propam Polri. Ia juga mengaku tidak ada desakan dari pihak mana pun untuk memberikan klarifikasi terrsebut kepada paminal atau pun ke media.
"Tidak ada. Ini murni inisiatif saya karena isu yang berkembang di luar sudah melebar kemana-mana. Saya sudah klarifikasi dan cukup sampai sini," pungkasnya. (mei/jor)











































