ADVERTISEMENT

Panasnya Pilgub DKI 2017

Tim Ahok: Kasihan Amien Rais, Umur Segitu Masih Emosional

Elvan Dany Sutrisno - detikNews
Minggu, 18 Sep 2016 20:38 WIB
Foto: Lamhot Aritonang
Jakarta - Eks Ketua MPR Amien Rais terus melontarkan serangan tajam di tengah gerilya melawan Ahok jelang Pilgub DKI. Tim sukses cagub DKI incumbent itu pun angkat bicara.

"Saya kasihan sama beliau. Sudah umur segitu kok masih emosional. Semoga Allah memberikan panjang umur, sehat walafiat, sehingga tidak perlu capek-capek dan meledak. Kasihan," kata ketua tim pemenangan Ahok, Nusron Wahid, kepada detikcom, Minggu (18/8/2016).

Baca Juga: Amien Rais: Ahok Dewa Kecil Ingusan, Bisa Dikalahkan

Nusron merespons pernyataan Amien yang keras ke Ahok mulai sontoloyo sampai dewa kecil ingusan. Menurut Nusron, sudah saatnya Amien fokus ibadah.

"Sudah saatnya beliau ikut khalwat thariqah saja biar tenang, thoma'ninah dan istiqomah," sarannya.

Menurutnya, Jakarta tak segenting yang disuarakan Amien Rais. Sehingga tak perlu tabligh akbar penyelamatan seperti yang diserukan siang ini.

"Jakarta adem ayem kok. Tidak segenting dan sedarurat yang dibayangkan. Sehingga pakai tabligh akbar segala, dengan judul Selamatkan Jakarta. Darurat Jakarta. Apanya yang harus diselamatkan. Apanya yang darurat," katanya.

Baca Juga: Rapat Akbar RT RW Anti Ahok, Amien Rais: Kita Lawan Orang Sombong Itu!
"Jakarta memang harus diselamatkan dari preman, mafia anggaran, mafia tanah dan koruptor. Dan yang bisa menyelamatkan itu, Ahok. Bukan yang lain. Jakarta memang darurat, dari intervensi politisi yang punya kepentingan bisnis dan tidak terakomodir. Yang bisa menghadapi ya Ahok," imbuh Ketua Koordinator Pemenangan Pemilu Golkar ini.

Beragam aksi melawan Ahok, menurut Nusron adalah orang-orang yang terganggu dengan gebrakan Ahok. Menurutnya, Jakarta ini perlu diselamatkan dari koruptor.

"Enggak usah bilang selamatkan Jakarta dengan menyingkirkan Ahok. Yang disingkirkan itu ya koruptor yang gentayangan di Jakarta. Dan Ahok punya komitmen dan bisa menyingkirkan itu. Yang lain apa sudah terbukti? Jangan-jangan nanti malah kompromi dan lembek lagi," pungkasnya. (van/imk)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT