"Ya ini GNB ini kita tahu latar belakangnya dibentuk pada saat Cold War Timur-Barat. Kita berada dalam posisi tengah dengan negara-negara yang waktu itu sedang berkembang. Tentu persoalan berbeda, Abad 21 ini topiknya tentu di samping politik ekonomi berbeda, antara Timur-Barat tak lagi seperti itu," ujar Wapres Jusuf Kalla sebelum menghadiri pembukaan KTT ke-17 GNB di Pulau Margarita, Venezuela, Sabtu (17/9/2016).
JK yang memimpin delegasi Indonesia dalam konferensi ini berharap adanya perubahan dalam pola gerakan GNB. Para anggota GNB yang kini berjumlah 120 negara harus saling membantu satu sama lain agar menjadi negara maju.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia lalu mencontohkan bahwa di Jakarta telah ada Non Aligned Movement (NAM) Center. Di sana menjadi tempat bagi Indonesia mengirimkan ahli-ahli ke negara-negara anggota GNB.
"Jadi saling bantu, Indonesia mengirim ahli-ahli pertanian ke negara anggota begitu juga sebaliknya," kata JK.
(bpn/dnu)











































