JK Berharap Ada Perubahan Dalam Gerakan Non-Blok

Laporan dari Venezuela

JK Berharap Ada Perubahan Dalam Gerakan Non-Blok

Bagus Prihantoro Nugroho - detikNews
Minggu, 18 Sep 2016 04:44 WIB
JK Berharap Ada Perubahan Dalam Gerakan Non-Blok
Wapres Jusuf Kalla sebelum menghadiri pembukaan KTT ke-17 GN (Foto: Bagus Prihantoro Nugroho/detikcom)
Pulau Margarita - Gerakan Non-Blok (GNB)/Non-Aligned Movement (NAM) telah berdiri sejak tahun 1961 yang didasari oleh kesadaran negara-negara untuk membendung hegemoni Blok Barat dan Timur. Kini gerakan tersebut menggelar KTT yang ke-17.

"Ya ini GNB ini kita tahu latar belakangnya dibentuk pada saat Cold War Timur-Barat. Kita berada dalam posisi tengah dengan negara-negara yang waktu itu sedang berkembang. Tentu persoalan berbeda, Abad 21 ini topiknya tentu di samping politik ekonomi berbeda, antara Timur-Barat tak lagi seperti itu," ujar Wapres Jusuf Kalla sebelum menghadiri pembukaan KTT ke-17 GNB di Pulau Margarita, Venezuela, Sabtu (17/9/2016).

JK yang memimpin delegasi Indonesia dalam konferensi ini berharap adanya perubahan dalam pola gerakan GNB. Para anggota GNB yang kini berjumlah 120 negara harus saling membantu satu sama lain agar menjadi negara maju.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kepentingan-kepentingan kita bersama yang harus kita satukan karena kenyataannya justru di antara negara-negara Non-Blok banyak konflik internal banyak konflik antarnegara berbeda. Karena itu konferensi mempersatukan setidaknya menghindari konflik dengan tujuan dapat dijaga. Itu yang menjadi pembahasan," ujar JK.

Dia lalu mencontohkan bahwa di Jakarta telah ada Non Aligned Movement (NAM) Center. Di sana menjadi tempat bagi Indonesia mengirimkan ahli-ahli ke negara-negara anggota GNB.

"Jadi saling bantu, Indonesia mengirim ahli-ahli pertanian ke negara anggota begitu juga sebaliknya," kata JK.

(bpn/dnu)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads