Menebak 'Misteri' Megawati Jelang Pendaftaran Cagub DKI

Menebak 'Misteri' Megawati Jelang Pendaftaran Cagub DKI

Nathania Riris M Tambunan - detikNews
Sabtu, 17 Sep 2016 16:47 WIB
Menebak Misteri Megawati Jelang Pendaftaran Cagub DKI
Suasana diskusi di Warung Daun Cikini (Foto: Nathania Riris M Tambunan/detikcom)
Jakarta - Dalam kurun waktu seminggu, pendaftaran cagub dan cawagub di pilkada DKI akan dibuka. Namun hingga saat ini PDIP masih belum mengerucutkan siapa calon yang akan diusungnya.

Dalam diskusi Polemik Pilkada DKI, Direktur Eksekutif Poltracking Indonesia Hanta Yuda menyebutkan beberapa kemungkinan alasan di balik masih buramnya langkah PDIP.

"Sampai hari ini masih satu minggu lagi menurut saya masih fifty-fifty, fifty-fifty itu apa? Ada kemungkinan 50% masih ke Ahok tapi ada juga ke Bu Risma, masih ada faktor PDIP akan memperhitungkan peluang menang," kata Hanta Yuda dalam diskusi Polemik Pilkada DKI di Warung Daun, Jl Cikini Raya, Jakarta Pusat, Sabtu (17/09/2016)

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hanta mengatakan bahwa PDIP tidak mau ambil risiko tidak mendukung petahana apabila peluang petahana besar untuk menang.

"Mereka (PDIP) tidak mau tidak dukung petahana lalu kalah, nah itu kan menimbulkan dampak negatif bagi PDIP," kata Hanta.

Namun apabila akhirnya mengusung Risma, dampak bagi internal maupun respons dari warga Surabaya menjadi risiko tersendiri apabila PDIP tidak mendukung Ahok.

"Kedua kalaupun tidak dukung petahana, PDIP ada pekerjaan yang lebih berat yaitu bagaimana berkomunikasi atau meyakinkan Pak Jokowi sebagai presiden dan kalau tidak mendukung Pak Ahok jadi akan memperhitungkan Surabaya akan seperti apa responsnya nanti, bagaimana pilkada Jatim, mereka akan menyiapkan siapa kalau tidak mendukung Ahok," jelas Hanta.

Dia menilai bahwa apabila di ujungnya nanti PDIP menambatkan hatinya pada Ahok maka tidak ada kepastian dalam pileg 2017 berlandaskan fakta bahwa Ahok bukanlah kader PDIP.

"Pun sebaliknya kalau mendukung Ahok mereka akan mempertimbangkan Ahok bukan kader PDIP, nah apakah akan memberikan kontribusi bagi PDIP di pileg? Kalau Ahok jadi Gubernur DKI, Ahok bukanlah kader PDIP jadi tidak teridentifikasi kuat oleh Ahok," lanjut Hanta.

Saat ini, dikatakan Hanta justru yang teridentifikasi kuat oleh Ahok bukanlah PDIP, namun NasDem atau Hanura atau bahkan Golkar. Berbeda dengan Ganjar Pranowo dari Jawa Tengah dan beberapa kepala daerah lain yang 'memegang' bendera PDIP.

Di sisi lain, menurut Hanta faktor Risma ini juga akan bisa menyatukan koalisi di luar Ahok alias sebagai faktor pemersatu partai lain bergabung ke PDIP. Dengan kata lain, PDIP menjadi penentu dari laju arah angin pilkada nanti.

"Jadi faktor-faktor itu yang diperhitungkan oleh PDIP kalau dukung Pak Ahok ya PDIP juga belum tentu diuntungkan. Nah misteri Megawati ini seminggu lagi akan terungkap," tutup Hanta. (trw/trw)


Berita Terkait