Kepala Bidang Mitigasi Gempabumi dan Tsunami BMKG Daryono mengatakan, gempa ini terjadi pukul 09.30 WIB. Analisis BMKG, gempa berkekuatan 5,4 SR dengan episenter pada koordinat 4,79 LS dan 102,49 BT, tepatnya di laut pada jarak 57 km arah baratdaya kota Manna pada kedalaman 48 km.
"Peta tingkat guncangan shake map BMKG menunjukkan, dampak gempa bumi ini menimbulkan guncangan pada II Skala Intensitas Gempa bumi BMKG atau III-IV MMI di wilayah Manna, Tanjungaur, Padangguci, Tanjungraya, Pulaugelondi, Bintuhan, Pasarpino, Muarasurang, Pasaralas, Pasartalo, Seluma, dan Bengkulu," kata Daryono dalam keterangannya, Sabtu (17/9/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Namun demikian hingga saat ini belum ada laporan mengenai kerusakan akibat gempa bumi," ujarnya.
Ditinjau dari episenternya, lanjut Daryono, gempa bumi ini terletak di zona cekungan busur muka (fore arc basin) antara Pulau Enggano dan daratan Pulau Sumatera. Sedangkan jika ditinjau dari kedalaman hiposenternya, gempa bumi ini merupakan gempa bumi subduksi dangkal.
"Pembangkit gempa bumi ini diperkirakan berhubungan dengan aktivitas subduksi Lempeng Indo-Australia ke bawah Lempeng Eurasia di zona Benioff. Sistem subduksi lempeng di daerah ini cukup aktif dengan laju penyusupan lempeng yang mencapai sekitar 60 mm/tahun," ujarnya.
Ditambahkan Daryono, pihaknya meminta warga tetap tenang dan tidak khawatir.
"Terkait dengan peristiwa gempa bumi ini, maka kepada warga pesisir pantai Bengkulu diimbau agar tetap tenang mengingat gempa bumi yang terjadi tidak berpotensi tsunami," ucapnya. (hri/hri)











































