Menteri Susi Ajak Negara Lain Lebih Tegas Perangi Illegal Fishing

Laporan dari AS

Menteri Susi Ajak Negara Lain Lebih Tegas Perangi Illegal Fishing

Fajar Pratama - detikNews
Sabtu, 17 Sep 2016 06:37 WIB
Menteri Susi Ajak Negara Lain Lebih Tegas Perangi Illegal Fishing
Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti di Our Ocean Conference 2016, Washington DC (Foto: Fajar Pratama/detikcom)
Washington DC - Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti menilai perang terhadap aktivitas penangkapan ikan ilegal tak bisa dilakukan sendirian oleh Indonesia. Diperlukan sinergi bersama dengan negara-negara lain.

"Indonesia menyadari bahwa perlawanan terhadap melawan penangkapan ikan yang ilegal tidak bisa dilakukan sendiri. Kerja sama antara negara-negara sangat krusial, apalagi mengingat penangkapan ilegal ini dilakukan oleh pelaku lintas negara," ujar Susi ketika menyampaikan pernyataan sikap Indonesia di Our Ocean Conference 2016, Washington DC, AS Jumat (16/9/2016).

Susi juga menyampaikan Indonesia akan tetap konsisten melakukan penindakan tegas terhadap pelaku illegal fishing. Tindakan itu dilakukan tanpa diskriminasi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Sampai saat ini kami telah menenggelamkan 236 kapal. Dan kami juga membuat satuan tugas sebagai satu atap terpadu penindakan yang meliputi kementerian, angkatan laut, polisi air, dan Kejaksaan Agung," ujar Susi.

Susi mengatakan, langkah penenggelaman kapal itu juga diperkuat dengan langkah penghentian proses pemindahan ikan di tengah laut (transhipment). Seluruh proses perpindahan harus dilakukan di dermaga, sehingga jumlah yang dipindahkan dapat dicatat.

Di samping itu ada juga morotarium operasional kapal ex asing. Di masa penghentian sementara itu, dilakukan audit yang belakangan ditemukan adanya pelanggaran terhadap peraturan yang ada.

"Metode itu cukup efektif," tutur Susi.

Di sisi lain, Indonesia juga memberi kemudahan bagi industri perikanan lokal. Saat ini tengah dilakukan proses penyederhanaan aturan-aturan yang menghambat industri itu.

"Terutama untuk pemohon di area terpencil," kata Susi.

Turut hadir dalam delegasi Indonesia bersama Susi, Kepala Koordinator Staf Khusus Satgas 115 Mas Achmad Santosa dan Direktur Amerika Utara dan Tengah Kemenlu Adam Tugio.

Setelah Susi menyampaikan pernyataan sikap, Menlu AS John Kerry menyampaikan pidato penutupan konferensi. Kerry berharap konferensi ini dapat membuahkan hasil nyata untuk pelestarian ekosistem laut.

(fjp/fdn)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads