Tanggapi Survei Waze, Walkot Bogor: Memang Macet, Saatnya Reformasi Angkot

Tanggapi Survei Waze, Walkot Bogor: Memang Macet, Saatnya Reformasi Angkot

Ferdinan - detikNews
Jumat, 16 Sep 2016 21:40 WIB
Tanggapi Survei Waze, Walkot Bogor: Memang Macet, Saatnya Reformasi Angkot
Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto (Foto: Rengga Sancaya-detikcom)
Jakarta - Kota Bogor, Jawa Barat menjadi kota kedua terburuk berkendara di dunia. Wali Kota Bogor, Bima Arya Sugiarto mengakui makin macetnya Bogor, dan tengah fokus menangani persoalan ini.

"Survei Waze harus kita perhatikan. Bagaimana pun itu ada datanya. Jangan disangkal. Memang Bogor masih macet dan di beberapa ruas tambah macet," ujar Bima Arya saat dihubungi detikcom, Jumat (16/9/2016).

Survei Waze menurut Bima Arya dilakukan di Gadog, Ciawi Kabupaten Bogor dan 12 lokasi di Kota Bogor. Ke-12 jalan yang disurvei adalah Jalan Sholeh Iskandar, Jl Tajur, Jl Kebon Pedes, Jl RE Martadinata,Jl Dewi Sartika, Jl Sawojajar, Jl Pajajaran, Jl Lawanggintung, Jl Merdeka, JL MA Salmun dan Jl Mayor Oking.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Tahun lalu Bogor masih di bawah Bandung dan Denpasar. Tahun ini lebih buruk. Ini penting untuk kerja lebih keras lagi terutama reformasi angkutan kota," imbuh Bima Arya.

Penyebab utama kemacetan di Kota Bogor adalah tidak sebandingnya pertumbuhan kendaraan yakni 13 persen. Sementara pertumbuhan jalan hanya 0,1 persen. Faktor penyebab lain, ketidakdisiplinan pengguna jalan, PKL, parkir liar, kekurangan personel petugas lalu-lintas.

Selain itu jumlah pengunjung ke Kota Bogor yang terus bertambah, terutama akhir pekan ikut menambah kemacetan. Bima Arya menyebut ada 300 ribu orang masuk ke Kota Bogor pada akhir pekan.

"Untuk penanganan jangka pendek dilakukan penempatan dan penambahan petugas, penertiban sekaligus penegakan hukum pelanggaran lalu lintas, penertiban PKL, pembangunan flyover Jl Martadinata tahun 2017 dan percepatan Tol BORR (Bogor Outer Ring Road) sekaligus penataan parkir," papar Bima Arya.

(Baca juga: Survei Waze: Bogor Jadi Tempat Terburuk Kedua di Dunia untuk Berkendara)

Untuk jangka menengah dan panjang, Pemkot Bogor akan mempercepat proyek pembangunan ruas jalan R3 sebagai jalur alternatif untuk distribusi kendaran di Jalan Tajur. Ada juga pembangunan flyover Kebon Pedes dan Salmun dan pengembangan koridor TransPakuan

"Hanya ada satu jalan, kerja lebih keras," janji Bima Arya.

Indeks kepuasan berkendara dirilis di laman web resmi Waze dengan judul 'Waze Index Reveals Where in the World are the Best and Worst Places to be a Driver' pada hari Kamis (15/9/2016).

Ini merupakan indeks tahunan kedua, dengan mencantumkan enam indikator di antaranya kepadatan dan keparahan lalulintas, keselamatan perjalanan, kualitas dan infrastruktur jalan, kemudahan akses ke SPBU dan parkir, analisa dampak sosial ekonomi, dan perasaan pengguna waze.

Indonesia masuk ke dalam peringkat yang terburuk setelah El Salvador, Filipina, Guatemala, dan Panama. Dari keenam indikator tersebut, Bogor mendapatkan penilaian indeks terendah kedua di dunia dari 38 negara yang disurvei oleh Waze. (fdn/Hbb)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads