Dua Rumah di Semarang Longsor, Satu Orang Pingsan
Rabu, 30 Mar 2005 12:40 WIB
Jakarta - Hujan yang mengguyur Kota Semarang Selasa (29/3/2005) sore, ternyata mengakibatkan bencana. Dua rumah longsor dan satu orang pingsan karena ketakutan.Dua rumah naas milik Kamdiyah (39) dan Rukin (72) beralamat di Jl Mugas Dalam III No 9 dan No 11 Semarang. Satu bagian belakang rumah Kamdiyah jatuh menimpa rumah di bawahnya. Sementara rumah Rukin retak-retak karena tanah bergerak.Menurut putri Kamdiyah, Diah (19), peristiwa itu terjadi sekitar pukul 19.00 WIB. Dia mendengar suara kretek-kretek di bagian dapur rumahnya. Setelah dilihat, ternyata pondasi dapur rumahnya mulai longsor. "Bagian dapur rumah kami memang sudah retak-retak. Tapi karena ada air hujan, tahu-tahu sudah ambrol," katanya di lokasi kejadian, Rabu (30/3/2005).Diah segera meminta bantuan kepada Rukin untuk memberitahu pemilik rumah di bawahnya, Suhartono (45). Setelah diberitahu Rukin, Suhartono langsung menuju rumah bagian belakang untuk memastikan longsoran itu tidak menimpa rumahnya.Mendadak, dari atas tanah berhamburan ke pintu rumah belakang. Suhartono pun panik dan menutup pintu. Kepalanya terantuk tembok dan pingsan selama beberapa saat. Ia baru siuman setelah ditangani tukang pijat.Kabar adanya longsor pun beredar luas. Aparat kepolisian dari Polwiltabes, Polres Semarang Selatan, Polsek Lamper, dan sejumlah intel mendatangi lokasi, Rabu (30/3/2005). Mereka mengira longsor itu memakan korban jiwa.Sejumlah warga yang kedatangan "tamu tak diundang" juga ikut gugup. Mereka langsung melihat-lihat lokasi longsor, padahal semalam mereka sudah tahu kejadian itu. Bahkan ada beberapa warga yang menyiapkan makanan dan minuman.Di tempat yang berdekatan, kejadian longsor pernah terjadi beberapa waktu. Tak ada korban jiwa. Tapi diperkirakan longsor susulan akan terjadi. Karena dilihat dari struktur tanah, kawasan Mugas memang sangat rentan longsor.
(nrl/)











































