DetikNews

Sponsored by

Jumat 16 September 2016, 15:26 WIB

Hoax Or Not

Kisah Haru Tukang Becak 'Gratisan' di Malang yang Dihajikan Penumpang

Muhammad Aminudin - detikNews
Kisah Haru Tukang Becak Gratisan di Malang yang Dihajikan Penumpang Foto: Ilustrasi Foto: Mindra Purnomo/detikcom
Malang -

Isu:

Anda mungkin pernah menerima broadcast ini atau malah ikut menyebarkannya. Ceritanya tentang tukang becak tua yang menggratiskan bayar penumpangnya setiap hari Jumat. Tukang becak itu disebut-sebut tinggal di kawasan Dinoyo, Kota Malang, Jawa Timur.

Selain di Facebook, kisah tukang becak berhati mulia itu juga ada dishare dalam bentuk video berdurasi 5 menit 11 detik di situs YouTube. Video diunggah pada 24 Desember 2015 dan ditonton sebanyak 159 ribu orang. Judulnya 'Kisah Nyata Keajaiban Sedekan 'Rutin' Tukang Becak Setiap Hari Jumat'. Lebih banyak narasi dibanding visual atau gambarnya. Narasi mengiringi sang tukang becak tua saat memompa ban sebelah kiri.

Berikut broadcast tentang kisah inspiratif itu:

Copas dari teman

KISAH NYATA :

Ada seorang tukang becak, yang sudah cukup sepuh (tua), beliau tinggal di daerah Dinoyo (Malang, Jatim).

Setiap hari Jum'at, ia menggratiskan tarif becaknya, dengan niat shodaqoh..

Suatu kali, pada hari Jum'at, ada seorang pria bapak-bapak yang jadi penumpangnya.

Pria itu naik becak jarak dekat saja, tanpa tawar-menawar, pria itu membayar tarif becak yang di tumpanginya dengan uang 20ribu, tetapi langsung ditolak sama bapak tukang becak, beliau bilang :

"Kulo ikhlas Pak, pun usah dibayar, kula sagete shodaqoh nggeh ngeten niki.."

"(Saya ikhlas Pak, sudah jangan dibayar, saya cuma bisa sedekah dengan cara seperti ini..)."

Si penumpang pun kaget, tapi karena terburu-buru, pria itu langsung pergi begitu saja, setelah mengucapkan terima-kasih.

Pekan berikutnya, pada hari jumat pula, pria itu bertemu lagi dengan tukang becak yang sama pada Jum'at lalu.

Setelah diantar ke tempat tujuan, pria itu menyodorkan uang 200ribu, atau 10x lipat dari shodaqoh tukang becak kepada pria ini Jum'at lalu, untuk tarif becaknya.

Tukang becak yang sudah sepuh ini pun menjawab dengan tenang :

"Insyaallah.. Kulo ikhlas pak..
Kulo sagete shodaqoh nggih namung ngeten niki,, ngateraken tiyang."

"(Insyaallah.. Saya ikhlas Pak..
Saya cuma bisa shadaqoh dengan cara seperti ini,, mengantarkan orang..)."

Karena merasa aneh, pria yang menumpang itu menimpali :

"Lha kalau begini terus, Istri, dan anak bapak makan apa.!? Kenapa nggak mau dibayar..?!"

Tukang becak itu pun menjawab :

"Alhamdulillah, Rayat kulo nggih sami ikhlas menawi saben Jum'at kula shodaqoh ngeten niki..".

"(Alhamdulillah, istri saya pun sama-sama ikhlas jika tiap hari Jum'at saya bersedekah dengan cara ini..)"

"Oh,, jadi Bapak nggak mau di bayar pada hari Jum'at saja..!?" Tanya si penumpang memastikan.

"Nggeh, Pak"

"Rumah bapak dimana?" Tanya penumpang penasaran..

"Wonten Dinoyo Pak, wingkingipun bank..".

"(Tinggal di Dinoyo Pak, sebelah belakang bank..)"

Hari pun berlalu, dan di hari Jum'at berikutnya, Pria penumpang becak yang penasaran ini mencari rumah Tukang becak itu.

Setelah menyusuri gang sempit sebelah gedung bank di daerah dinoyo, akhirnya Pria itu ketemu juga dengan rumah sederhana milik Tukang becak yang di carinya.

Setelah mengetuk pintu, keluarlah seorang wanita yang sudah tua, masih menggunakan mukena.

Hatinya tergetar...
batinnya menangis..
betapa selama ini, ia yang sangat di cukupi kebutuhannya oleh Allah ta'ala, malah jarang bersimpuh kepada-Nya.

Jangankan sedekah, dan sholat dhuha, sholat wajib saja masih sering ia tinggalkan..

Ia pun bertanya kpd wanita tua itu tentang suaminya, lalu meminta idzin untuk meminjam KTP bapak, dan ibu sekalian.

"Bapak tasik siap-siap badhe sholat Jum'at, niki KTP-ne damel nopo nggeh..!!?"

"(Bapak masih melakukan persiapan untuk sholat Jum'at, ini KTP nya, kalau boleh tau buat apa ya..!?)

"Bu, bapak, dan juga ibu telah membuka mata hati saya, ini jalan hidayah yang telah Allah Subhaanahu wa Ta'ala anugerahkan kepada saya.

Insya Allah, Bapak, dan Ibu saya daftarkan untuk naik haji ONH Plus bersama saya, dan istri, mohon di terima ya, Bu.."

==============

Masya Allah..
sungguh maha pemurah Allah Subhaanahu wa Ta'ala yang membalas kebaikan-kebaikan kecil, dengan kebaikan-kebaikan yang lebih besar.

Dari kisah diatas bisa kita ambil faedah.. bahwa merutinkan suatu kebaikan walaupun berupa sedekah, seperti halnya amalan sepele seperti tukang becaktadi.... maka akan membawa kebaikan bagi kita di dunia dan akhirat...
dan sesungguhnya amalan yg paling indah adalah ISTIQOMAH

Istiqomah dalam beramal walaupun amalan ringan...
Istiqomah dlm beramal merupakan tanda ikhlasnya orang tsb.. krn tanpa ikhlas pastinya orang tsb akan jemu..
ISTIQOMAH adalah amalan terberat didunia...

Lalu wahai saudarku apa gerangan kita tidak mampu seperti tukang becak tsb?

==============
Jika menurut Anda kisah nyata ini bermanfaat, maka jangan biarkan sedikit pengetahuan yang insyaallah mengandung hikmah ini hanya dibaca disini saja, bagikan kisah ini

Semoga menjadi bahan renungan buat kita semua...

Investigasi:

detikcom mendatangi alamat sebagai tercantum di broadcast tersebut. Lokasi tersebut adalah perkampungan padat penduduk belakang bank di Kelurahan Dinoyo, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang. Warga tinggal di perkampungan tepatnya di Jalan MT Haryono, belakang Kantor Cabang BCA mengaku tidak mengenal sosok tukang becak yang dimaksud.

"Kalau di sini tukang becak tidak ada, apalagi sudah tua," ujar Hari (46), salah satu warga.

Menurut dia, ditemani beberapa warga lain tidak pernah mengetahui warga atau tetangganya bekerja sebagai tukang becak.

Kesimpulan:

Foto: Foto:Ilustrasi Mindra Purnomo/detikcom

Kisah Nyata Keajaiban Sedekan 'Rutin' Tukang Becak Setiap Hari Jumat yang tinggal Kelurahan Dinoyo, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang adalah hoax. Tidak ada tukang becak tua di alamat tersebut di atas. Dipastikan, dia sosok tukang becak lain. Kisahnya yang mengharu-biru juga belum tentu sama sebagaimana broadcast tersebut.
(bdh/trw)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed