Drama 'PDI Perempuan' Digelar, Sindir Gunawan & Sutjipto
Rabu, 30 Mar 2005 12:21 WIB
Bali - Suasana ricuh rapat PDIP terulang. Tapi ini cuma drama spontanitas. Para pelakon berakting marah-marah. Seorang Satgas PDIP sempat terkecoh. Hadirin pun cekikikan.Drama itu digelar di Hotel The Patra Bali, Tuban, Kuta, Rabu (30/3/2005). Sekitar 100 orang hadir. Mereka adalah utusan yang kecewa dan mendukung Gerakan Pembaruan PDIP yang akan menggelar kongres tandingan.Mereka menggelar drama yang mengisahkan suasana kisruh persidangan pada waktu rapat paripurna pertama dengan agenda pembahasan tatib pada Senin malam. Nama PDI Perjuangan pun dipelesetkan menjadi PDI Perempuan.M Zufli Azwan dari Aceh Utara dan Andi Mutazim dari Sulsel berakting sebagai pimpinan sidang menggantikan posisi pimpinan sidang Senin malam lalu, yakni Wasekjen PDIP Gunawan Wirosarojo dan Sekjen PDIP Sutjipto. Kedua orang ini menjadi bahan sindiran.Saat sidang berlangsung, suasana pun berlangsung ricuh. Para utusan yang merasa dikebiri hak suaranya berteriak-teriak meminta pimpinan sidang turun dari panggung."Turun Gunawan, ganti Sutjipto," teriak seorang hadirin. "Ini ada penyadapan, mike cuma bunyi satu," sahut yang lain. "Tolong pimpinan sidang, mike tidak bunyi," jerit yang lainnya lagi. "Interupsi, tolong hak suara untuk satu DPC jadi 40 suara," seru hadirin lain yang langsung disambut tawa lepas dari semua hadirin.Berlagak panik, pimpinan sidang minta Satgas menenangkan suasana sidang. Rupanya akting itu dianggap sungguhan oleh beberapa satgas yang tidak ngeh. Sang Satgas dengan sikap tegas dan berwibawa segera maju ke depan dan minta hadirin tenang."Tenang, tenang, mohon semuanya bersikap tenang," imbau sang Satgas. Bukannya tenang, para hadirin malah cekikikan, bahkan ada yang tertawa terbahak-bahak.Sang Satgas pun bingung. Beberapa hadirin segera memberikan penjelasan. Walhasil, dengan muka memerah sang Satgas kembali ke tempatnya semula diiringi tepuk tangan hadirin."Sekarang kita bukan lagi memilih ketua umum, tapi ketua khusus Partai Demokrasi Indonesia Perempuan yang otoriter, yang mengebiri hak-hak kader atas order suami," seru Andi sang pimpinan sidang yang disambut cekikikan geli para hadirin.Usai berakting, semua hadirin bertepuk tangan dan bersalaman. Wajah mereka tampak puas dan ceria. Maklum saja, pada rapat Senin malam lalu, protes mereka terhadap Gunawan yang saat itu memimpin sidang diabaikan.Saat itu para utusan meminta agar satu cabang diberikan hak atas empat suara. Sebab satu cabang rata-rata mengirimkan empat utusan. Namun tatib menyebutkan satu cabang hanya berhak satu suara.Saat para utusan protes melalui interupsi, Gunawan mengabaikannya sehingga puluhan utusan melakukan walk out. Insiden itu pun diabaikan Gunawan hingga akhirnya pimpinan rapat diganti oleh Sutjipto. Bukannya membahas aspirasi pemrotes, rapat malah menyepakati tatib tersebut. Buntutnya mereka akan menggelar kongres tandingan.Berfoto RiaNah kali ini protes mereka terlampiaskan dengan menggelar drama spontanitas. Semula para peserta kongres tandingan itu memasuki ruang rapat. Lalu petugas hotel memasang spanduk merah bertuliskan warna putih "PDIP Pembaruan".Momen itu pun tidak disia-siakan para peserta. Mereka berfoto-foto ria di bawah spanduk. Beberapa jurnalis foto pun segera beraksi, jepret sana jepret sini. Para peserta pun semakin semangat di depan kamera. "Merdeka, merdeka," seru mereka sambil bergaya mengepalkan tangan.Tiba-tiba, seorang peserta kongres tandingan Peter Susanto dari Sumbar melepas spanduk itu, menguwel-nguwelnya, lalu dibawa pergi. Peserta lainnya pun hanya bisa terbengong-bengong.Kenapa dicabut? tanya wartawan. "Nggak, nggak, kita tidak terpecah, tetap PDIP. (spanduk) ini (bertuliskan) PDIP Pembaruan, lain dong artinya. Pembaruan itu kan sistem, bukan partainya. Ini kan bukan bikin partai baru," jelas Peter dengan tegas.Ooh rupanya ada kesalahan teknis pada tulisan spanduk. Seharusnya tertulis "Gerakan Pembaruan PDIP", tapi yang tertulis malah "PDIP Pembaruan". Peserta yang sempat berfoto-foto pun cuma bisa mangut-mangut.
(sss/)











































