Menyiram Jemaah Haji Agar Terhindar dari Heatstroke

Laporan dari Arab Saudi

Menyiram Jemaah Haji Agar Terhindar dari Heatstroke

Rachmadin Ismail - detikNews
Jumat, 16 Sep 2016 02:24 WIB
Menyiram Jemaah Haji Agar Terhindar dari Heatstroke
Foto: Petugas menyemprotkan air ke jemaah haji (Rachmadin Ismail/detikcom)
Makkah - Dua anggota Tenaga Kesehatan Haji Indonesia Abier Dawilah dan Najmi Komariyah sibuk menyemprot wajah jemaah haji Indonesia dengan air. Itu bukan aksi iseng, melainkan sengaja dilakukan untuk menjaga kondisi suhu tubuh seseorang agar terhindar dari heatstroke.

Saat berada di Jamarat, Selasa (13/9) lalu, dua petugas tersebut membawa satu botol berisi air yang dilengkapi kipas dan alat penyemprot. Sepanjang jalan, mereka menyemprotkan air itu ke wajah. Bila ada jemaah yang terlihat lemas, mereka juga menyemprotkannya ke wajah sang jemaah.
Foto: Petugas menyemprotkan air ke jemaah haji (Rachmadin Ismail/detikcom)Foto: Petugas usai menyemprotkan air ke jemaah haji (Rachmadin Ismail/detikcom)

Salah seorang jemaah yang disemprot wajahnya mengaku sangat terbantu. Sempat lemas dan kepanasan, setelah disemprot dia bisa kembali berjalan walau harus pelan-pelan.

Selain mereka, para petugas kesehatan lain pun diberi alat khusus untuk menyemprot jemaah. Para petugas keamanan Saudi juga membawa botol dan alat penyiram khusus di sepanjang jalan menuju Jamarat. Mereka menyemprotkan air pada setiap jemaah yang lewat agar tak mengalami dehidrasi dan heatstroke.
Foto: Jemaah haji Indonesia (Madin/detikcom)Foto: Jemaah haji Indonesia (Madin/detikcom)

Kepala Pusat Kesehatan Haji Kementerian Kesehatan Muchtaruddin Mansyur menerangkan, heatstroke adalah puncak dari gangguan kesehatan pada jemaah haji akibat cuaca panas dan kekurangan cairan. Efeknya bisa mematikan bila tak cepat tertangani dengan baik.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Dehidrasi itu efek terendahnya. Setelah itu kram lokal, bisa kram perut atau kram betis. Baru setelah itu heat exhaustion, itu terjadi penurunan kesadaran," kata Muchtaruddin, saat diwawancarai di Daker Makkah, Kamis (15/9/2016) malam.

Level tertingginya adalah heatstroke. Ini adalah terganggunya fungsi kestabilan suhu tubuh akibat panas. Serangan ini bisa memicu ke penyakit lainnya seperti jantung dan organ vital lain. Tak jarang, dampaknya adalah kematian.

"Sebagian dan terbesar itu menyebabkan kematian pada jemaah," kata Muchtaruddin.

Karena itu, penting bagi para jemaah untuk selalu minum agar suhu tubuh terus terjaga. Selain itu, penting juga melakukan seperti apa yang dilakukan oleh Najmi dan Abier untuk menyemprotkan air ke wajah.

"Tujuannya untuk segera menurunkan temperatur tubuh. Seperti mesin, kalau switch pengatur suhu tubuh rusak maka perlu dibantu dari luar," kata Muchtaruddin.

(mad/miq)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads