Pemeriksaan dilakukan sejak di hotel para jemaah. Setidaknya ada 9 kloter yang akan pulang di penerbangan awal, dengan perkiraan jemaah sebanyak lebih dari 3.000 orang. Mulai pagi sampai siang tadi, koper-koper bagasi mereka ditimbang satu per satu oleh perwakilan maskapai penerbangan yakni Garuda Indonesia dan Saudi Airlines.
Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Abdul Djamil dan Kadaker Makkah Arsyad Hidayat mengecek langsung proses penimbangan ini. Menurut mereka, barang bagasi jemaah sebagian ada yang kelebihan beban dari yang seharusnya maksimal hanya 32 kilogram per koper. Artinya, sebagian harus diangkut menggunakan kargo.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Yang kita amati sampai detik ini dari beberapa hotel yang kita kunjungi, kalaupun terjadi, itu kelebihan. Kalau air, saya melihat tidak ada," urainya.
Foto: Pemeriksaan barang bawaaan jemaah (Dok. Media Center Haji) |
Sosialisasi soal larangan zamzam sudah gencar dilakukan sejak jauh-jauh hari. Para jemaah sudah diingatkan bahwa air zamzam akan dibagikaan saat tiba di debarkasi nanti. Masing-masing mendapat jatah lima liter.
"Kalau dibongkar di sini tidak masalah. Tapi kalau dibongkar di bandara jelang take off akan menghambat dan yang dirugikan jamaah secara keseluruhan," tegasnya.
Meski begitu, pemeriksaan zamzam di pemondokan ini belum maksimal karena tak menggunakan x-ray. Di bandara, nanti bakal ada water detector yang bisa memeriksa bagasi jemaah secara lebih akurat.
"Sudah kita sosialisasikan. Bahwa pada akhirnya mereka sendiri akan rugi kalau tetap membawa air zamzam di dalam koper. Disamping berbahaya. Jadi jangan sampai ada kesimpulan membawa air itu tidak apa-apa," imbuhnya. (mad/miq)












































Foto: Pemeriksaan barang bawaaan jemaah (Dok. Media Center Haji)