Kepala BNPT: Ratusan WNI Mulai Kembali dari Suriah, Harus Diwaspadai

Kepala BNPT: Ratusan WNI Mulai Kembali dari Suriah, Harus Diwaspadai

Wisnu Prasetiyo Adi Putra - detikNews
Kamis, 15 Sep 2016 18:16 WIB
Foto: Kepala BNPT Suhardi Alius (Ferdinan/detikcom)
Jakarta - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Suhardi Alius menyebut, ratusan WNI yang selama ini tinggal di Suriah dan bergabung dengan ISIS sudah mulai kembali ke Tanah Air. Seluruh elemen harus mengantisipasi hal ini.

Suhardi menyebut ke 531 WNI ini mulai kembali ke Indonesia. Dua orang di antaranya masuk lewat Uighur, China. Kembalinya para WNI ini harus diwaspadai dan diantisipasi semua pihak karena dikhawatirkan kemungkinan besar akan menyebarkan radikalisme.

"531 orang Indonesia yang dari Suriah masuk ke Indonesia ada 2 dari Uighur. Mereka itu kan yang termasuk program pemantauan, foreign terrorist fighters (FTF) itu atau gampangnya returnis yang fighter," kata Suhardi di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (15/9/2016).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Di situlah (saat mereka kembali) dan ada kemungkinan untuk menyebarkan paham radikal kita harus bisa mengantisipasi, bagaimana formatnya dengan semua lintas kementerian bisa mereduksi radikalisme itu. Karena mereka sudah punya kemampuan militan," sambungnya.

Selama ini, lanjut Suhardi, publik cenderung hanya memikirkan terpidana teroris yang berada di dalam lembaga pemasyarakatan. Padahal mereka yang baru kembali dari Timur Tengah yang berpotensi turut membawa pahamnya saat kembali ke Tanah Air bisa menimbulkan bahaya yang lebih besar.

"Mereka harus betul-betul diwaspadai. Anaknya, keluarganya, juga punya potensi radikal sama. Sehingga BNPT betul-betul harus menjadi satu badan yang menyinergikan kementerian terkait," tuturnya.

"Banyak keluhan tadi dari anggota dewan bagaimana terorisme sudah masuk ke ruang-ruang. Nah ini tanggung jawab kan enggak akan bisa kita sendiri. Bagaimana Kominfo, Kemdikbud mengatur kurikulum, para guru, para dosen, pendidik, juga orang tua memantau anaknya sehingga tidak terpapar radikalisme dan perbuatan menyimpang lainnya," sambung dia. (wsn/hri)
Hoegeng Awards 2025
Baca kisah inspiratif kandidat polisi teladan di sini
Selengkapnya



Ajang penghargaan persembahan detikcom dengan Kejaksaan Agung Republik Indonesia (Kejagung RI) untuk menjaring jaksa-jaksa tangguh dan berprestasi di seluruh Indonesia.
Ajang penghargaan persembahan detikcom bersama Polri kepada sosok polisi teladan. Baca beragam kisah inspiratif kandidat polisi teladan di sini.
Hide Ads