AS Siapkan Daftar Negara-negara yang Dianggap Tidak Stabil
Rabu, 30 Mar 2005 11:31 WIB
Jakarta - Para pakar intelijen Amerika Serikat saat ini tengah menyiapkan sebuah daftar yang mencakup 25 negara yang dipandang tidak stabil. Dan karena itu, negara-negara itu berpotensial mendapat intervensi AS.Demikian menurut laporan yang dimuat harian bisnis, Financial Times seperti dilansir situs Aljazeera.com, Rabu (30/3/2005). Menurut media Inggris itu, Dewan Intelijen Nasional akan menyiapkan daftar rahasia tersebut dan merevisinya setiap enam bulan sekali. Dewan Intelijen Nasional merupakan salah satu kantor di bawah Departemen Luar Negeri AS yang mengumpulkan informasi intelijen yang diperlukan untuk perencanaan strategis.Menurut Carlos Pascual yang memimpin badan "rekonstruksi dan stabilisasi" yang baru dibentuk itu, Dewan Intelijen Nasional akan mengindentifikasi negara-negara dengan "risiko dan ketidakstabilan tertinggi" guna menentukan prioritas dan mengalokasikan sumber-sumber daya.Diungkapkan Pascual yang mantan duta besar AS itu, salah satu tujuannya adalah bersiap untuk bereaksi dengan cepat saat militer AS terpaksa harus melakukan intervensi di negara lain.Dalam wawancara dengan Washington Post pekan lalu, Menteri Luar Negeri (Menlu) AS Condoleezza Rice mencetuskan bahwa wilayah Timur Tengah tidak stabil. Rice juga meragukan bahwa wilayah itu akan bisa stabil dalam waktu dekat. Petinggi AS itu mengisyaratkan akan adanya intervensi lebih jauh dari AS dalam urusan politik negara-negara Arab."Apakah saya pikir ada kepastian kuat bahwa Timur Tengah tetap tidak akan stabil? Iya. Dan saat kita tahu bahwa status quo tidak lagi bisa dipertahankan, maka kita harus bersedia melangkah ke arah lain," tutur Rice.
(ita/)











































