Ia mengatakan, warga Jakarta bebas untuk memilih siapapun calon terbaik yang akan memangku kursi DKI 1.
"Pasti mungkin turun dong (elektabilitas). Masa makin naik? Stamina orang makin turun kan?," jawab Ahok dengan santai di Balai Kota, Jl. Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Kamis (15/9/2016).
Banyaknya kandidat pesaing yang justru naik elektabilitasnya, Ahok mengaku menyerahkan segala pilihan kepada warga Jakarta.
"Khawatir enggak. Khawatir kan tergantung orang Jakarta. Kalau orang Jakarta merasa ada gubernur lain yang bisa lebih bagus, ya pasti enggak pilih saya. (Saya) cari kerja di tempat lain lagi," imbuh Ahok.
Berdasarkan hasil Lembaga Survei KedaiKOPI (Kelompok Diskusi dan Kajian Opini Publik Indonesia), elektabilitas Ahok saat ini tercatat 41,6%. Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini naik menjadi 30% dan calon penantang Ahok lainnya yakni Rizal Ramli naik 8% diatas Sandiaga Uno yang tercatat 7%.
Sedangkan hasil survei yang dilakukan Lembaga Survei Politik Indonesia (LSPI) mencatat, elektabilitas Ahok menurun sekitar 1% dibanding pada Mei 2016 yang mencatat angka 36,2%.
Penurunan dilatarbelakangi oleh beberapa alasan yang diungkapkan responden terkait banyaknya persoalan di DKI yang belum diselesaikan dengan baik seperti masalah banjir dan kemacetan. (nkn/imk)











































