Mobil Jasa Pengirim ATM yang Dirampok di Subang Tidak Dikawal Polisi

Mobil Jasa Pengirim ATM yang Dirampok di Subang Tidak Dikawal Polisi

Masnurdiansyah, - detikNews
Kamis, 15 Sep 2016 10:41 WIB
Mobil Jasa Pengirim ATM yang Dirampok di Subang Tidak Dikawal Polisi
Foto: detik
Bandung - Mobil jasa pengirim uang ATM milik PT TAG dirampok di Subang, Jawa Barat, Rabu malam (14/9). Ternyata mobil yang dikabarkan membawa uang Rp 4,5 miliar itu tidak dikawal polisi bersenjata, namun hanya dua satpam.

Hal itu diungkapkan Kabid Humas Polda Jawa Barat Kombes Pol Yusri Yunus, Kamis (15/9/2016). "Biasanya prosedur mobil pengiriman provider ATM itu dikawal Polisi bersenjata lengkap baik pistol maupun laras panjang, tapi ini tidak dikawal. Mobil ini hanya dikawal dua satpam dan satu orang petugas dan satu orang sopir kendaraan," jelas Yusri saat dihubungi detikcom.

Prosedur tersebut biasanya sering dilakukan bila ada permintaan dari pihak jasa pengirim uang ATM. Petugas kepolisian akan mengawal kemana mobil berjalan untuk mengisi ATM. Karena itu polisi akan meminta keterangan kepada manajemen PT. TAG terkait prosedur pengawalan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Nanti kita akan tanya prosedur pengawalan tetapnya seperti apa dari pihak sananya, karena memang harus ada pengawalan dari kepolisian. Itu kan hanya dikawal satpam perusahaan saja, jadi kita selidiki," kata dia.

Akibat perampokan tersebut uang Rp 4,5 miliar yang terdapat dalam mobil tersebut dibawa kabur oleh 10 orang pelaku berbadan tegap. Mereka berbekal pistol, saat melakukan aksi perampokannya di Jalan Mariuk.

Aksi para pelaku saat merampok menggunakan mobil Inova berwarna hitam, sementara mobil berjenis APV berwarna putih dengan nopol B 9895 masih dicari keberadaannya. Karena kuat dugaan para perampok ini membawa mobil beserta uang hasil jarahannya lari ke arah Bandung.

Hingga kini petugas gabungan dari Polres Subang, Polsek Jalancagak, Satbrimob Polda Jabar, beserta Ditreskrimum Polda Jabar masih bergerak dan menyisir guna melacak keberadaan para pelaku perampokan bersenjata ini. (ern/ern)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads