"Dia lebih reliable, lebih fresh, kontaminasi tidak ada. Itu penting, 70 menit kita lakukan pengambilan sampel lebih reliabel, lebih dapat dipercaya," kata Gatot saat bersaksi dalam persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Jl Bungur Besar Raya, Jakarta Pusat, Rabu (14/9/2016).
Gatot menyayangkan pemberian formalin bagi jenazah Mirna. Dia mengatakan hal itu hanya menjadi momok dalam pembuktian kasus itu. Dengan pemberian formalin maka tubuh Mirna akan terkontaminasi zat lain.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara soal sianida 0,2 mg/liter yang ditemukan di sampel lambung Mirna yang diambil setelah 3 hari pasca kematian, menurut Gatot itu bisa saja muncul karena pemberian formalin atau kontaminasi jasad. Selain itu bisa juga karena bakteri yang muncul karena proses kematian.
"Banyak bakteri post-mortem yang dapat menghasilkan sianida. Kalau 0,2 miligram, this is too small," ujar Gatot. (kst/slh)











































