Tidak Terkontaminasi Formalin, Bukti Cairan Lambung Mirna Lebih Reliable

Sidang Kasus Pembunuhan Mirna

Tidak Terkontaminasi Formalin, Bukti Cairan Lambung Mirna Lebih Reliable

Kartika S Tarigan - detikNews
Rabu, 14 Sep 2016 22:52 WIB
Tidak Terkontaminasi Formalin, Bukti Cairan Lambung Mirna Lebih Reliable
Sidang dugaan pembunuhan terhadap Wayan Mirna Salihin dengan terdakwa Jessica Kumala Wongso kembali dilanjutkan di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Jl Bungur Besar Raya, Jakarta Pusat, Rabu (31/8/2016). Foto: Agung Pambudhy/detikcom
Jakarta - Ahli patologi anatomi, Gatot Susilo Lawrence menyebut bukti cairan lambung Mirna yang diambil 70 menit setelah kematian adalah bukti yang reliable atau paling bisa dipercaya. Bukti ini lebih reliable bila dibandingkan dengan sampel yang diambil setelah mayat Mirna diformalin.

"Dia lebih reliable, lebih fresh, kontaminasi tidak ada. Itu penting, 70 menit kita lakukan pengambilan sampel lebih reliabel, lebih dapat dipercaya," kata Gatot saat bersaksi dalam persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Jl Bungur Besar Raya, Jakarta Pusat, Rabu (14/9/2016).

Gatot menyayangkan pemberian formalin bagi jenazah Mirna. Dia mengatakan hal itu hanya menjadi momok dalam pembuktian kasus itu. Dengan pemberian formalin maka tubuh Mirna akan terkontaminasi zat lain.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Jadi terkontaminasi," ujar Gatot.

Sementara soal sianida 0,2 mg/liter yang ditemukan di sampel lambung Mirna yang diambil setelah 3 hari pasca kematian, menurut Gatot itu bisa saja muncul karena pemberian formalin atau kontaminasi jasad. Selain itu bisa juga karena bakteri yang muncul karena proses kematian.

"Banyak bakteri post-mortem yang dapat menghasilkan sianida. Kalau 0,2 miligram, this is too small," ujar Gatot. (kst/slh)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads