"Pertama, pengembangan Soekarno-Hatta. Ada runway ketiga, cargo village, aksesibilitas kereta api, people mover," tutur Budi kala berbincang dengan detikcom di Jakarta, Rabu (14/9/2016).
Kedua, dia berharap AP II menjadi infrastruktur persinggahan pesawat dengan konektivitas atau keterhubungan yang lebih baik, baik di dalam maupun di luar negeri.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Budi memberikan contoh, Jakarta 'hanya' memiliki rute internasional dari dan ke 35 kota dunia. Sementara Singapura dan Malaysia, bisa memiliki rute internasional lebih 100 kota di dunia.
"Dengan adanya Terminal 3, ruang untuk pesawat asing untuk datang membuka ruang supaya bisa dikunjungi langsung," papar dia.
Untuk itu, lanjut dia, rute-rute pesawat lokal ke Jakarta mesti diefisienkan. Jakarta hendaknya menjadi hub bagi rute lokal ibukota provinsi saja, tak sampai ke kota kecil atau kota kabupaten.
"Semua sekarang punya rute langsung ke Jakarta. Misalnya, Muaro Bungo-Jakarta. Mestinya bisa sampai Jambi saja. Dari Jambi ada semacam pesawat feeder ke Muaro Bungo. Jakarta ini masih bisa diefisienkan," jelasnya.
"Kita tahu Soekarno-Hatta adalah bandara yang sangat penting. Diharapkan bisa mengamanahi apa yang sudah jadi tugas kita bersama," jelas Budi.
Ketiga, dalam bidang pariwisata, PT AP II diharapkan bisa 'menangkap' kedatangan turis China, terutama untuk bandara yang berada di Medan dan Pontianak.
Budi melihat kapasitas profesional pada Awaluddin, yang juga mantan direktur di PT Telkom itu.
"Saya melihat Pak Awal profesional muda yang penuh semangat dan punya passion. Harapannya apa yang menjadi harapan saya dan masyarakat bisa dijalankan dengan baik," kesan dia. (nwk/rvk)











































