Bupati Dedi Bantu Pejuang Trikora yang Hidup Berjualan Perabot Plastik

Bupati Dedi Bantu Pejuang Trikora yang Hidup Berjualan Perabot Plastik

Tri Ispranoto - detikNews
Rabu, 14 Sep 2016 18:25 WIB
Bupati Dedi Bantu Pejuang Trikora yang Hidup Berjualan Perabot Plastik
Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi menemui eks pejuang Trikora, Bandi Supriatna, Rabu 14 September 2016 (Foto: Tri Ispranoto/detikcom)
Purwakarta - Di masa senjanya, Bandi Supriatna, harus berjuang hidup dengan berjualan perabot berbahan plastik. Pria berusia 83 tahun tersebut adalah eks pejuang relawan Trikora yang ikut bertugas dalam misi pembebasan Irian Barat.

Meski berstatus sebagai eks pejuang, selama ini Bandi tak pernah mendapat bantuan dari pemerintah. Bahkan tunjangan hidup seperti uang pensiun atau bantuan dalam bentuk lain tak pernah dia dapat, sehingga satu-satunya penghasilan berasal dari berdagang keliling.

"Dulu saya relawan Banpur TNI AD di Irian Barat sejak 1953 sampai 1962. Salah satu tugas saya adalah membantu mempersiapkan logistik dan makanan. Setelah itu tugas hijrah ke Yogyakarta," jelas kakek beranak empat itu, Rabu (14/9/2016).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bandi yang hari ini dipanggil oleh Bupati Purwakarta, Dedi Mulyadi, ke rumah dinasnya itu pun langsung diantarkan ke Kantor Pembinaan Administrasi Veteran dan Cadangan (Babiminvetcad) 17 Purwakarta untuk mengurusi segala haknya dengan bertemu langsung Kepala Kantor Babinminvetcad 17, Mayor CZI Dedi Sudrajat.

Setelah terlibat perbincangan, akhirnya Mayor Dedi pun berjanji akan menindaklanjuti apa yang menjadi hak dari Bandi. Namun tentunya hal itu harus melalui proses verifikasi dan jalur administrasi yang berlaku.

"Kita nanti cek surat perintah operasi dan surat pengembalian operasi. Kemudian juga surat keterangan pensiun. Setelah itu bisa kita proses," katanya.

Di tempat yang sama Bupati Dedi mengapresiasi perjuangan Bandi selama menjadi Banpur TNI AD. Meski bukan bertugas sebagai pasukan inti namun Bandi adalah salah satu sosok penting yang menunjang perjalanan tentara merebut Irian Barat.

Untuk itu Dedi memberikan sejumlah uang sebagai modal usaha tambahan dan juga untuk kehidupannya sehari-hari selama beberapa tahun ke depan. "Spirit yang beliau miliki luar biasa. Beliau tidak pernah mengeluh dan tetap berusaha dengan berjualan. Semoga modal yang diterima saat ini bisa membuat usahanya semakin besar," pungkas pria yang akrab disapa Kang Dedi itu. (trw/trw)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini