"Ya, kalau pemimpin itu sumpah itu satu kali. Kalau sudah tidak maju lagi, (kemudian) merasa agak enak dan rakyat mengajukan lagi dan bahkan dibuat-buat maju lagi, lalu maju lagi. Itu bukan pemimpin. Sumpah itu satu kali, dan saya pegang itu," kata Yoyok kepada wartawan usai diskusi publik 'Quo Vadis APBD DKI Jakarta Tahun 2016' di Waroeng Kopi Mahardhikka, Jl daan Mogot II, Jakarta Barat, Rabu (14/9/2016).
Yoyok pun kini menatap Pilgub DKI. Tapi dia juga sangat tak ambisius harus maju Pilgub DKI.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya, warga Batang meminta Yoyok untuk melanjutkan kepemimpinannya di Batang. Tak hanya meminta, mereka pun melakukan aksi demonstrasi pada Minggu lalu, Rabu (07/09).
Ratusan warga yang mayoritas ibu rumah tangga itu menyerukan agar Yoyok tetap memimpin Batang di periode dan tidak maju di Pilgub DKI Jakarta. Bahkan seorang ibu menarik tangan Yoyok ketika ditemui di pendopo Kabupaten Batang.
"Kami minta Pak Yoyok maju lagi dan memenangkan Pilkada 2017," kata salah seorang wanita.
(van/trw)










































