Kedua orang itu duduk berdampingan dalam diskusi publik 'Quo Vadis APBD DKI Jakarta Tahun 2016' di Waroeng Kopi Mahardhikka, Jl Daan Mogot II, Jakarta Barat, Rabu (14/9/2016). Selain mereka ada Subagyo selaku Wakil Ketua Bappeda DKI dan Yenni Sucipto, Sekjen FITRA.
Yoyok yang semakin mantap menatap Pilgub DKI izin meninggalkan acara sebelum diskusi ditutup. Padahal, acara diskusi masih menyisakan satu pembicara, Yenni. Yoyok beralasan ingin membeli tiket kereta untuk pulang nanti sore.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Syarif pun menjawab bahwa mudah mencari tiket. "Sekarang kan bisa online pak," jawab Syarif.
Namun Yoyok menimpali bahwa bukan tiket kereta yang dimaksud. Dia menginginkan tiket lain.
"Tiket partai, pak," canda Yoyok sambil tertawa. Peserta diskusi pun tertawa dengan celetukan Yoyok.
Yoyok memang menjadi orang yang masuk radar partai Gerindra untuk menjadi cawagub pendamping Sandiaga Uno. Tapi, saat diberi undangan fit and proper test, dia tidak menghadirinya.
"Nggak etis lah. Mosok Bupati di fit and proper test lah. Kasihan rakyat Batang lah. Kalau diskusi, jangan kan mereka sampean aja diskusi saya datang. Begitu fit and proper test, terus dua yang layak aku gagal. Pie jal? Menurut sampen? (Bagaimana coba? menurut anda?). Ngawur namanya," kata Yoyok kepada wartawan sebelum meninggalkan lokasi diskusi.
Syarif menghargai keputusan Yoyok yang tidak hadir dengan alasan masih menjabat sebagai Bupati Batang. Namun itu memperkecil peluang Yoyok untuk menjadi wakil Sandiaga.
"Kecuali ada partai lain yang mengusulkan untuk menjadi calon cawagub kepada Gerindra," kata Syarif.
Syarif pun mengungkap bahwa Sandiaga dan Yoyok masih menjalin komunikasi. Yoyok dimintai pendapatnya tentang pengelolaan anggaran daerah. "Kalau enggak, kemarin. Hari ini, atau besok," kata Syarif.
(van/van)











































